“ Nothing’s
gonna change my love for you
You
ought to know by now how much I love you
One
thing you can be sure of
I’ll
never ask for more than your love
Nothing’s
gonna change my love for you
You
ought to know by now how much I love you
The
world may change my whole life through
but
nothing's gonna change my love for you ”
Slowly
lagu milik Gleen Medeiros mengalun membahana seantero kamar yang luasnya nggak
lebih dari 5 X 4 meter . Sebenarnya lagu
yang merdu ini bisa membuat telinga yang mendengarkan merasa tenang, tetapi
berhubung diputar oleh gadis yang lagi galau,
yang terjadi malah lagu ini terdengar rada
sumbang dan menyakitkan telinga bukannya membuat ngantuk. Ditambah lagi ada suara-suara cempreng yang mengiringi penyanyi aslinya. Suara siapa lagi kalau
bukan suara Tya, cewek yang ngakunya
punya suara yang nggak jauh beda sama
Taylor Swift. Tapi kalau menurut ibunya bukannya mirip suara Taylor Swift yang
ada malah lebih mirip sama mbak Ina, tukang jamu keliling langganan ibunya Tya.
kadang-kadang kalau Tya lagi manggil ibunya, ibunya kadang suka salah dikira
yang manggil mbak Ina. Kontan aja buat Tya keki.
Masa’ sih suara indahnya disandingkan
dengan suara tukang jamu.
Kali ini nggak seperti biasanya, perasaan Tya
benar-benar sedang dirundung pilu. Galau tingkat dewa lah bahasanya. Demi menghilangkan kegelisahannya Tya teriak-teriak
di kamar menyanyikan lagu yang harusnya cukup dinyanyiin 2 oktaf jadi 8 oktaf. Tak ayal Ibunya sampai kalang kabut dikira anak gadisnya kesambet jin mana. Dengan membawa air seember, ibu Tya menyerbu
kamar Tya. Tanpa babibu langsung aja air seember diguyur ke badan Tya.
Tya langsung panik dan teriak-teriak kebingungan.
“mamiiii, apa-apaan sih? Tya kan udah
mandi, masa’ dimandiin lagi. Mana
didalam kamar.” Tya langsung teriak dihadapan ibunya
“kamu tu yang kenapa Tya. Tengah hari bolong teriak-teriak. Mami kira kamu kesambet jin.”
“Tya tu lagi nyanyi mi, menghibur diri.”
Sambil merengut Tya menjelaskan kepada
ibunya.
“salah kamu sendiri nyanyi kok sambil teriak-teriak.” Dengan wajah tanpa dosa ibunya
Tya melenggang keluar kamar sambil nenteng ember kosong.
“duh,
mami kebangetan deh. Nyiram nggak kira-kira. Emangnya Tya kebo apa??!” Tya bener-bener kesel plus
basah kuyup.
Sebenarnya
bukan tanpa sebab Tya yang tergolong gadis ceria tiba-tiba menggila hari ini. Seperti masalah kebanyakan remaja lainnya
masalah yang paling riskan dihadapi
adalah masalah percintaan. Kemarin waktu disekolah terjadi hal yang sangat
menyakitkan Tya. Untuk kesekian kalinya Tya patah hati. Lelaki yang baru berapa
bulan terakhir ini turut mewarnai harinya, belakangan diketahui selingkuh sama
teman satu sekolah Tya. Iyan memang berbeda sekolah dengan Tya. Maksud hati
cari pacar yang beda sekolah biar nggak
bosan kalo ketemu terus, malah tetap
saja pacarnya kepincut sama cewek lain. Tya juga pernah punya pacar
satu sekolah, nggak lama pacaran
mereka putus. Masalahnya selalu sama karena perselingkuhan dan adanya pihak
ketiga. Tya juga bingung apa yang sebenarnya salah dengan dirinya. Kenapa
setiap pacaran, pacarnya nggak pernah
bertahan lama dengan Tya. Padahal kalo
soal tampang Tya lumayan cantik, beda-beda
tipis sama Omas. Otaknya juga lumayan brilian, buktinya kalo disekolah kehilangan
barang-barang berharga, Kepsek tak lupa selalu meminta ide Tya untuk mencari
pelaku. Sebelas dua belas lah sama
anjing pelacak. Tya juga tergolong anak yang rajin. Tiap hari sebelum berangkat
sekolah tak lupa selalu membersihkan tempat tidur, mandi, menyiram kebun,
merumput, kadang-kadang juga disempetin buat
nyangkul dan nguras sumur dirumahnya. Tya juga anak yang kalem. Kadang-kadang
kalo ada temen-temennya yang suka kepo,
jawaban Tya cuma geleng. Kalo sudah pegel
geleng giliran manggut. Sungguh
kelebihan yang jarang dimiliki oleh gadis normal seusianya. Kelebihan yang
tidak pernah disadari oleh pacar Tya, mungkin karena kekurangan Tya lah yang
malah lebih menonjol dibanding kelebihannya. Tya memang punya keunikan pada
rambutnya. Rambutnya kelewat subur
dan mengembang alhasil kebanyakan orang menyebutnya kribo. Kalo cuma kribo doang
mungkin nggak terlalu bermasalah. Tapi
kribonya Tya suka dicampur sama aroma
yang lumayan beracun juga. Bukannya Tya nggak
rajin keramas atau nggak punya duit buat beli shampo harga gopek-an. Tapi karena Tya mengidap
ketombe dan minyak yang berlebihan pada rambut yang buat aroma shampo nggak bertahan lama dirambutnya kalah
sama bau debu dan ketombe. Sungguh malang nasib Tya, karena itulah beberapa
pacar Tya nggak betah disamping Tya.
Sebenarnya Tya udah pernah menjelaskan masalah ini ke pacarnya. Dulu pacarnya
bilang kalo dia mau nerima Tya apa
adanya, Nothing’s gonna change my love
for you. Apalagi cuma gara-gara rambut. Tapi sekarang Tya merasa berbeda. Nggak semua orang mau nerima keadaan Tya
apa adanya. Terkadang hal itu buat Tya merasa lumayan depresi. Untung ada
sahabatnya yang selalu menghiburnya dan menemaninnya setiap saat, persis kayak
deodorant. Sekarang Tya harus bener-bener selektif milih pacar. Nggak mau yang cuma manisnya di awal.
Yang bener-bener mau menerima Tya apa adanya. Tampang nggak jadi masalah, walaupun nggak seganteng Zayn Malik yang penting dia setia.
Sejak putus dengan Iyan, kehidupan Tya
benar-benar berubah. Seperti orang yang kehilangan gairah hidup. Seperti
pribahasa hidup segan mati tak mau.
Ibu Tya sampai kebingungan apa yang terjadi sama anak gadisnya ini. Tya yang
biasanya hobi makan dan ngemil,
tiba-tiba jadi nggak bernafsu.
Kerjaannya kadang-kadang sehabis pulang sekolah, ngelamun di depan kandang ayam tetangga. kadang-kadang juga
terlihat sedang mengajak ngobrol si Rocky,
ayam jago mang Yoyon tetangga sebelah juga. bener-bener
kayak orang sableng.
Keesokan harinya.
“
Jamu.... jamu jamu. Jamunya bu ??”. pagi-pagi mbak Ina tukang jamu langganan
ibunya Tya sudah berdagang didepan rumahnya.
“ Jamu Na. Kayak biasa ya??!”. Ibu Tya tiba-tiba sudah nonggol depan pintu memanggil Ina.
“ iya bu.”
“ oh iya bu, tumben sepi?! Mana mbak Tya nya? Biasanya kalo hari minggu gini
rumah ibu udah rame sama suara mbak
Tya yang teriak-teriak?”
“ bukan teriak-teriak ,itu si Tya lagi
nyanyi. gara-gara suaranya yang cempreng jadi
lebih mirip kayak orang lagi teriak
daripada nyanyi. Hehe.. tapi ibu juga kurang tahu. akhir-akhir ini Tya agak berubah.
Ibu jadi khawatir banget. Kayak lagi
stres berat. Kayaknya lagi patah
hati. Maklumlah remaja sekarang.”
“oh gitu ya bu?! Ini kasih jamu aja bu.
Ina punya jamu untuk menghilangkan rasa sedih dan patah hati ”. Ina tiba-tiba
menawarkan jamu yang namanya tergolong aneh.
“ masa’
Na??! Emang ada jamu yang kayak
gitu?”. Ibu Tya ragu-ragu dengan jamu merek terbarunya Ina.
“ Ada bu. Ini jamu resep turun-temurun
dari neneknya nenek saya. Sudah terbukti manjur
dari generasi ke generasi bu. Ampuh tenan
pokokke.” Ina bersemangat mempromosikan jamu leluhurnya sambil mengacungkan
jempol biar lebih meyakinkan.
“ Kalo
emang bener-bener manjur seperti
katamu, ibu mau dibuatin buat Tya.
Ada jamunya sekarang?”
“ wah kalo sekarang Ina belum buat bu.
Besok aja bu Ina bawain. Tapi bu jamu
ini belum terlihat hasilnya kalo cuma
minum sekali. Harus rutin paling nggak
selama 2 minggu ini.” Ina menjelaskan lebih detail mengenai cara kerja jamunya.
“ ya udah
kalo gitu nggak apa-apa. Besok ibu tunggu ya jamunya.”
“ oke. Siap bu.” Ina siap berlalu sambil menggendong jamunya lagi.
Keesokan harinya...



