REAKSI KUALITATIF ANORGANIK


I.         Judul Percobaan            : Reaksi Kualitatif Anorganik
II.           II. Tanggal Percobaan          :  27 September 2011
III.   Tujuan Percobaan         : Mempelajari reaksi antara ion logam danion hidroksida dan larutan amoniak

IV.   Landasan Teori

            Analisis anorganik kualitatif atau analisis kualitatif adalah bidang kimia analitik yang membahas tentang identifikasi zat-zat, mengenai unsur atau senyawa apa yang terdapat dalam suatu sampel atau contoh Analisis anorganik kualitatif atau analisis kualitatif adalah bidang kimia analitik yang membahas tentang identifikasi zat-zat, mengenai unsur atau senyawa apa yang terdapat dalam suatu sampel atau contoh.
            Pada pokoknya tujuan analisis kualitatif adalah memisahkan dan mengidentifikasi sejumlah unsur. Analisis kuantitatif berurusan dengan penetapan banyak suatu zat tertentu yang ada dalam sampel.Analisis kualitatif diperuntukkan untuk analisa komponen atau jenis zat yang ada dalam suatu larutan. Analisa kualitatif merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk mempelajari kimia dan unsur-unsur serta ion-ionnya dalam larutan
            Analisa suatu larutan dapat digolongkan menjadi beberapa golongan, yaitu golongan I asam klorida, golongan II hidrogen {[sulfida]], golongan III ammonium sulfida] dan golongan IV ammonium klorida dan golongan V adalah sisa . Dalam metode analisis kualitatif digunakan beberapa pereaksi diantaranya pereaksi golongan dan pereaksi spesifik, kedua pereaksi ini dilakukan untuk mengetahui jenis anion atau kation suatu larutan. Regensia golongan yang dipakai untuk klasifikasi kation yang paling umum adalah asam klorida, hidrogen sulfida, ammonium sulfida, dan amonium karbonat. Klasifikasi ini didasarkan atas apakah suatu kation bereaksi dengan reagensia-reagensia ini dengan membentuk endapan atau tidak. Sedangkan metode yang digunakan dalam anion tidak sesistematik kation. Namun skema yang digunakan bukanlah skema yang kaku, karena anion termasuk dalam lebih dari satu golongan .Golongan I disebut juga dengan golongan asam klorida. Kation golongan ini membentuk endapan dengan asam klorida encer. Ion golongan ini adalah Pb, Ag, Hg. (PbCl2, HgCl2, AgCl).
                Analasis kualitatif anorganik merupakan salah suatu metode dalam kimia analitik yang bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya suatu spesi (baik logam, ion, maupun senyawa) anorganik tanpa memperhatikan jumlah spesi tersebut.
Cara yang digunakan bervariasi, mulai dari uji pengendapan, pelarutan, hingga uji nyala yang spesifik. Pada dasarnya metode analisis kualitatif anorganik dapat mendeteksi ada atau tidaknya kation atau anion dalam suatu larutan garam, oleh karena itu sampel yang akan diperiksa harus dilarutkan terlebih dahulu menjadi larutan garamnya. Analisis kualitatif anorganik dibagi menjadi dua, yakni uji kation dan uji anion.


V. Alat dan Bahan
- Tabung reaksi semi mikro
- Larutan NaOH 2 M
- Botol Tetes
- Larutan NH3 2 M / NH4Cl
- Sentrifuge
- Larutan NaOH 0,5 M
- Larutan NH3 2 M
-Larutan nitrat 0,1 M, Al3+, Ni2+, Ag+, Zn2+
-Pipet Pencet


VI. Prosedur Kerja
1.      Tempatkan maing-masing 5 ml larutan katio nitrat yang telah disebutkan diatas, larutan NaOH (0,5 M), larutan NH3 2 M dan larutan NaOH 2 M kedalam botol tetes yang telah diberi label larutan-larutan tersebutakan digunakan sebagai stok larutan untuk percobaan yang akan dilakukan.
2.      Kedalam 0,5 ml larutan Al(OH3) 0,1 M tambahkan tetes demi tetes (kira-kira lima tetes) larutan NAOH 0,5 M. Volume NaOH 0,5 M yang digunan tidak boleh lebih dari 1 ml
3.       Apabila larutan mulai terbentuk, larutan tersebut dibagi 2 bagian dan masing-masng ditempatkan dalam tabung reaksi semi mikro. Kedua tabung tersebut diletakkan dala sentifuge dan diputar selama 1 menit.  Pindahkan supernatat dengan pipet penjet
a.       Pada tabung pertama, tambahakan larutan NH3 2 M  kedalam endapan yang terbenuk  (volume total jangan lebih dari 1 M)
b.      Pada tabung kedua, tambahkan larutan NH3 2 M kedalam endapan yang terbenuk  (volume total jangan lebih dari 1 M)
4.      Ulangi langkah 2 dan seterusnya untu larutan  0,1 M dari kation-kation: Ni2+, Ag+, Zn2+. Catat hsil pengamatan andah pada table yang terdapat pada lembar kerja.
5.      Catat kation-kation apa saja yang membentuk endapan pada penambahan NaOH
6.      Catat kation-kation apa saja yang membentuk endapan pada penambahan NaOH tetapi (a) larut pada penambahan larutan NaOH berlebihan, (b) larut pada penambahan larutan ammonia berlebihan
7.      a. Tambahkan larutan Al (NO3) 1 M secara perlahan-lahan kedalam 1 ml larutan NaOH 2 M. Ctat hasil pengamatan anda
b. Tambahkan larutan AgNO3 01 M secara perlahan-lahan ke dalam 1 ml larutan NaOH 2 M. Catat hasil pengamtan anda
c. Ulangi kegiatan (a) dan (b) tetapi urutan penambahn antar reaktan dibalik. Catat hasl pengamatan anda dan beri alasan mengapa demikian.
VII. Hasil Pengamatan
Hasil Pengamatan
Ion logam
Pengamatan
Persamaan Reaksi
AgNO3  





Al (NO3) 3







Al (NO3) 3 + NaOH




AgNO3 + NaOH
Lama kelamaan terjadi endapan coklat setelah di sentrifuge endapan tersebut tidak larut dalam penambahan NaOH dan larut pada penambahan NH3

Lama kelamaan terbentuk seperti gel yang tidak bewarna setelah di sentrifuge larutan menjadi jerni setelah ditambahkan NaOh larutan tetap bening, dan setelah ditambahkan NH3 terbentuk endapan seperti gel

Larutan Al (NO3) + NaOH
(bening)                   (bening)

Larutan bercampur tidak berubah warna

Larutan AgNO3 + NaOH
(bening)                 (bening)

Menghasilkan larutan bewarna kecoklatan dan terdapat endapan berwarna coklat

2Ag+ + 2 OH-(s) à AgO (s) + H2O (l)
2 Ag + (aq) + NH3 (aq) + H2O (aq) à Ag2O (s) + 2 NH4+
AgO (s) + 4 NH3 (aq) + H2O  (aq) à [Ag (NH3)3] +  + 2OH-

 Al (NO3) 3 + NaOH à Al (OH) 3 + NaNO3
Al3+ + 2OH- (aq) à Al (OH) 3
Al 3+ (aq) + NH3 (aq) + H2O à Al (OH)3 + NH4+ (aq)
Al(OH)3 + OH- à Al [(OH)4] (aq)



Al (NO3)(aq) + NaOH (aq) à Al (OH3) + NaNO3




AgNO3 (aq) + NaOH (aq) à Ag2O (s) + NaNO3


5. Kation-kation yang membentuk endapan pada penambahan NaOH yaitu : Ag+, Al3+
6. a. Kation – kation yang membentuk endapan pada penambahan NaOH tetapi larut dalan NaOH berlebih yaitu : Al3+
    b. Kation – kation yang membentuk endapan pad penambahan NaOH tetapi larut dalam NH3 berlebihan yaitu : Ag+
7. a. Penambahan 0,1 M Al(NO3)3 tetes demi tetes kedalam 2 M NaOH 1 M , hasil pengamatan dan persamaan ionik : NaOH yang ditambah Al (NO3) 3 pada larutan seperti berminyak dan tidak ada eda endapan yang terbentuk.
Al (NO3) 3 + 3 NaOH à Al (OH3) + NaOH
7.b. Urutan penambahan reaktan antara Al3+ dengan NaOH dibalik maka hasilnya :
Ion logam
Pengamatan
Persamaan Reaksi
Al3+





Ag+
Larutan Al (NO3) + NaOH
(bening)                   (bening)

Larutan bercampur tidak berubah warna

Larutan AgNO3 + NaOH
(bening)                 (bening)

Menghasilkan larutan bewarna kecoklatan dan terdapat endapan berwarna coklat

Al (NO3)(aq) + NaOH (aq) à Al (OH3) + NaNO3




AgNO3 (aq) + NaOH (aq) à Ag2O (s) + NaNO3


Pertanyaan : Kation mana yang menghasilkan reaksi kimia berbeda jika urutan penambhan raktan diubah (dibalik), demikian juga untuk ion-ion pada kegiatan 5 (harap diulang untuk memperoleh konfirmasi )
Jawaban : Ag+
VIII. Mekanisme Reaksi
Aluminium
Al3+(aq) + OH-(aq) à Al (OH)3 (s)
Al3+ (aq) + NH3(aq) + 3H2O(l)àAl(OH) 3 (s) + 3 NH4+ (aq)
Al(OH) 3 (s) + 3OH-(aq) à [Al (OH)4]- (aq)
[Al (OH)4]- (aq) + NH4+ (aq) à Al(OH) 3 (s) + NH3(aq) + H2O(l)
[Al (OH)4]- (aq) + H+ à Al(OH) 3 (s) + H2O(l)
Al(OH) 3 (s) + 3Hà Al3+ (aq)+ 3H2O(l)
Perak
2 Ag+(aq) + 2OH-(aq) à Ag2O (s) + H2O(l)
2 Ag+(aq) + 3NH3(aq) + H2O(l) à Ag2O (s) + 2NH4+ (aq)
Ag2O (s) + 3NH3(aq) + H2O(l) à 2 [Ag (NH3) 3 ]+ + H2O(l)
IX. Pembahasan
Percobaan kali ini yaitu mengenai reaksi kualitatif anorganik yang bertujuan mempelajari reaksi antar aion logam dan ion hidroksida dan lartan amoniak.
ALUMINIUM
            Reaksi – reaksi aluminium (III), pada percobaan in senyawa yang digunakan adalah Al (NO3)3.
*larutan amoniak
            Campuran larutan lama kelamaan berbentuk gel yang idak berwarna. Ini berarti gelatin aluminium hidroksida Al (OH)3 , yang larut sedikit pada reagensia erlebih. Kelarutan berkurang dengan adanya garam-garam amonium, disebabkan oleh efek ion sekutu. Sebagian kecil endapan masuk ke dalan larutan sebagai aluniniu hidroksida koloid  (sol aluminium hidroksida) : sol ini berkogulasi pada pendidihan atau pada penambahan garam - garam yang larut (misanlnya, amonium klorida), dngan menghasilkan gelatin aluminium hidroksida. Untuk menjamin pengendapan yang sempurna dengan larutan aluminium itu ditambhakan dengan sedikit berlebih, dan campuran didihkan sampai cairan sedikt berbau amonia. Bila baru diendapkan, ia mudah melarut dalam asam kuat dan basa kuat, tetapi jika dididihkan ia menjdadi sedikit larut : (vogel : 266-267)
Al3+ + 3 NH3+ 3 H2O à Al (OH) 3 + 3 NH4+
*larutan NaOH
Endapan putih aluminium hidroksida :
            Al3+ + 3 NH3+
à Al (OH) 3
Endapan melarut dalam reagensia berlebihan, pada mana ion-ion tetrahidrosuluminat terbentuk :
            Al (OH) 3 + 3OH- à [ Al (OH) 4] -
Reaksi ini adalah reversible, dan setiap reagensa yang akan mengurangi ion hidroksil dengan cukup, akan menyebabkan reaksi berjalan dari kanan ke kiri dengan akibat mengendapnya aluminium hidroksida. Ini dapat dihasilkan dengan larutan amonium klorida (konsentrasi ion hidroksil berkurang karena erbentuknya basa lemah aluminium klorida yang mudah dikeluarkan sebagai gas amonia dengan pemanasan) atau dengan penambahan suatu asam ; dalam hal terakhir ini, asam yang sangat berlebihan menyebabkan hidroksida yang diendapkn melarut lagi.
            [Al(OH) 4-] + NH4+ à Al (OH) 3 + NH3 + H2O
            [Al(OH) 4-] + H+ à Al (OH)  3+ + H2O
            Al(OH) 3 + 3H+ +3H2O
            Pengendapan aluminium oleh larutan gidroksida dan amonia tak akan terjadi bila ada serta asam tartarat, asam sitrat, asam sulfosalsilat, asam malat, gula dan lain-lain senyawa hidroksi organik. Karena pembentukan garam-garam kompleks yang larut. Maka zat-zat organik ini harus diuraikan dengan pemisahan perlahan-lahan atau dengna menguapkan dengan asam sulfat pekat atau asam nitat pekat sebelum aluminium dapat diendpkan dalam pengerjaan anaisis kualitatif yang biasa (vogel : 267)
            Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan, hasil pengamatan berkesesuaian dengan referensi yang telah ada. Hal ini berarti sediki kesalahan yang dilakukan saat praktikum.

PERAK (Ag)
            Pada hasil percobaan yang telah kami lakukan didapatkan bahwa lama-kelamaan akan terbentuk endapan coklat. Setelah di sentrifuge endapan tersebut tidak larut pada penambahan NH3.
            Berdasarkan referensi yang didapat, bahwa larutan perak ditambhakan amoniak akan terbentuk endapan berwarna coklat yaitu endapan perak oksida.
            2Ag+ + 2NH3 + H2O à Ag2O + 2NH4+
Reaksi mencapai kesetimbangan dan kerenanya pengendapan tidak sempurna pada tingkat manapun. (jika amonium nitra dalam larutan semla, atau larutan sangat asam, tak terjadi pengendapan). Endapan larut dalam reagensia berlebihan, dan terbentuk ion kompleks diaminaargentat:
            Ag2O + 4 NH3 + H2O à 2 [Ag (NH3) 3] + + 2OH-
            Larutan harus dibuang secepatnya, sebab bila didiamkan, endapan perak Ag3N akan terbentuk, yang mudah meledak bahkan dalam keaan basa sekalipun.
            Jika dalam penambhan natrium hidroksid, maka endapan coklat perak oksida dengan reaksi sebagai berikut :
            2Ag+ +2OH- à Ag2O + H2O
            Suspensi endapan yang telah dicuci dengan baik, menunjukkan reaksi yang sedikit besifat basa disebabkan basa disebabkan oleh kesetimbangan hidrolisis.
            Ag2O + H2O à 2 Ag (OH) 2 à 2 Ag+ + 2OH-
Endapan tak larut dalam reagensia berlebihan.
Endapan melarut dalam amonia (a) dan asam nitrat (b)
            Ag2O + 4 NH3 + H2O à 2 [Ag(NH3)]+2OH-            (a)
            Ag2O + 2 H+ à 2Ag+ + H2O                         (b) (vogel :219)

            Dalam referensi yang sudah didapat,berarti hasil pengamatan yang kami lakukan berkesesuaian, karena terdapat endapan coklat yang terbentuk, dan endpan tersebut tidak larut pada penambahan NaOH berlebih dan larut pada penambahan NH3 berlebih.
X. Kesimpulan
1.      Reaksi perak dengan amonium akan terbentuk larutan berwarna coklat endapan larut dalam reagensia berlebihan dan akan terbentuk ion kompleks diaminoargentat
2.      Reaksi perak (perak nitrat / AgNO3 ) dengan natrium hidroksida (NaOH) endapannya tidak larut
3.      Reaksi aluminium dalah hal ini menggunakan alumnium nitrat dengan natrium hidroksida (NaOH 0,5 M) terbentuk seperti gel yang tidak berwarna.
4.      Kelarutan akan berkurang dengan adanya garam-garam ammonium yang disebabkan dengan efek sekutu.
5.      Endapan putih aluminium dari reaksi antara aluminum dan natrim hidroksida  dapat melarut dalam reagensia berlebih, yang mana ion-ion tetrahidroksoaluminat terbentuk [ Al (OH) 4] -









Daftar Pustaka
Gulo Fakhili. 2007. Panduan Praktikum Kimia Anorganik 2. Indralaya: FKIP MIPA Universitas Sriwijaya
http://id.wikipedia.org/wiki/Analisis_anorganik_kualitatif,Diakses    pada tanggal 27 September 2011
http://blogkita.info/analisis-kation/. pada   tanggal 27 September 2011
http://prinsipiakimia.blogspot.com/2011/06/analisis-kualitatif-anorganik.html pada tanggal 24 September 2011















LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK II
REAKSI KUALITATIF ANORGANIK

logo-unsri.jpg

Disusun Oleh :
Arief Maulana (06091010026)
Etrie Jayanti  (06091010003)
Fefti Asnia  (06091010024)
Ismi Ariningsih (06091010045)
Rahayu Wandari (06091010009)
Tiara Romadhona (06091010004)

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2011