Indahnya Memberi


INDAHNYA MEMBERI

       Cinta itu indah. Karena ia bekerja dalam ruang kehidupan yang luas. Dan inti pekerjaannya adalah memberi. Memberi apa saja yang diperlukan oleh orang-orang yang kita cintai untuk tumbuh menjadi lebih baik dan berbahagia karenanya.
            Para pecinta sejati hanya mengenal satu pekerjaan besar dalam hidup mereka: memberi. Terus menerus memberi. Dan selamanya begitu. Menerima? Mungkin, atau bisa juga jadi pasti! Tapi itu efek. Hanya efek. Efek dari apa yang mereka berikan. Seperti cermin kebajikan yang memantulkan kebajikan yang sama. Sebab, adalah hakikat di alam kebajikan bahwa setiap satu kebajikan yang kita lakukan selalu mengajak saudara-saudara kebajikan yang lain untuk dilakukan juga.
            Itu juga yang membedakan para pecinta sejati dengan para pecinta palsu. Kalau kamu mencintai seseorang dengan tulus, ukuran ketulusan dan kesejatian cintamu adalah apa yang kamu berikan padanya untuk membuat kehidupannya lebih baik. Maka kamu adalah air. Maka kamu adalah matahari. Ia tumbuh dan berkembang dari siraman airmu. Ia besar dan berbuah dari sinar cahayamu.
            Para pecinta sejati tidak suka berjanji. Tapi begitu mereka memutuskan untuk mencintai seseorang, mereka segera membuat rencana memberi. Setelah itu mereka bekerja dalam diam dan sunyi untuk mewujudkan rencana-rencana mereka. Setiap satu rencana memberi terealisasi, setiap itu satu bibit cinta muncul bersemi dalam hati orang yang dicintai. Janji menerbitkan harapan. Tapi pemberian melahirkan kepercayaan.
            Bukan hanya itu. Rencana memberi yang terus terealisasi menciptakan ketergantungan. Seperti pohon tergantung pada siraman air dan cahaya matahari. Itu ketergantungan produktif. Ketergantungan yang menghidupkan. Di garis hakikat ini, cinta adalah cerita tentang seni menghidupkan hidup. Mereka menciptakan kehidupan bagi orang-orang hidup. Karena itu kehidupan yang mereka bangun seringkali tidak disadari oleh orang-orang yang menikmatinya. Tapi begitu sang pemberi pergi, mereka segera merasakan kehilangan yang menyayat hati.
Tiba-tiba ada ruang besar yang kosong tak berpenghuni.
Tiba-tiba ada kehidupan yang hilang tak berpenghuni.
Tiba-tiba ada kehidupan yang hilang.
            Barangkali suatu saat kamu tergoda untuk menguji dirimu sendiri. Apakah kamu seorang pecinta sejati atau pecinta palsu. Caranya sederhana. Simak dulu pesan Umar bin Khattab ini: hanya ada satu dari dua perasaan yang mungkin dirasakan oleh setiap orang pada saat pasangan hidupnya wafat : merasa bebas dari beban hidup atau merasa kehilangan tempat bergantung.
Bertanyalah pada pasangan hidup anda (bagi yang sudah punya J) tanpa dia ketahui : jika aku mati sekarang, apakah kamu akan merasa bebas dari beban atau akan merasa kehilangan tempat bergantung? Kalu dia merasa kehilangan, maka di langit hatinya aka nada mendung pekat yang mungkin akan menurunkan hujan air mata yang amat deras. Jika tidak, mungkin senyumnya merekah sambil berharap bahwa kepergiannmu akan memberinya kesempatan baru untuk membangun kehidupan yang lebih baik. ®

C.I.N.T.A

Friday. May 10th 2013
        Subhanallah… Serial cinta nya Ust. Anis Matta sungguh rruuaarr biasaaa buku yang penuh dengan cinta. Cinta yang sangat-sangat bermakna. Rasanya hati jadi tentram dan bahagia saat membacanya J . Sungguh cinta itu tak terdefinisikan. Tetapi maknanya sangatlah luas, seluas langit dan bumi serta kekuatannya yang maha dahsyat. Seperti peribahasa ‘Tidak ada yang tidak mungkin jika semuanya dilakukan karena cinta ’.
Cinta… cinta…. Cinta….
Semuanya butuh cinta agar menjadi lebih indah. Cintalah yang membuat bumi masih berputar pada porosnya, matahari masih bersinar, turunnya salju di musim dingin, dedaunan menguning ketika musim gugur ataupun bunga indah berwarna warni bermekaran ketika musim semi dan juga aku yang masih bisa bernafas hingga saat ini. Cinta yang mampu membuat semangat yang tercerai berai bersatu dan bangkit kembali dengan kekuatannya J . Pejamkanlah matamu, dan rasakan semilir angin serta aroma rerumputan di pagi hari yang sejuk rasakan hangatnya sinar mentari yang menyentuh kulitmu, rasakan kedamaian dan cinta yang memenuhi hatimu. Tapi hanya hati yang memiliki cinta yang dapat merasakan cinta.





Jamu Cinta



Nothing’s gonna change my love for you
You ought to know by now how much I love you
One thing you can be sure of
I’ll never ask for more than your love
Nothing’s gonna change my love for you
You ought to know by now how much I love you
The world may change my whole life through
but nothing's gonna change my love for you

            Slowly lagu milik Gleen Medeiros mengalun membahana seantero kamar yang luasnya nggak lebih dari  5 X 4 meter . Sebenarnya lagu yang merdu ini bisa membuat telinga yang mendengarkan merasa tenang, tetapi berhubung diputar oleh gadis yang lagi galau, yang terjadi malah lagu ini terdengar rada sumbang dan menyakitkan telinga bukannya membuat ngantuk. Ditambah lagi ada suara-suara cempreng yang mengiringi penyanyi aslinya. Suara siapa lagi kalau bukan suara Tya, cewek yang ngakunya punya suara yang nggak jauh beda sama Taylor Swift. Tapi kalau menurut ibunya bukannya mirip suara Taylor Swift yang ada malah lebih mirip sama mbak Ina, tukang jamu keliling langganan ibunya Tya. kadang-kadang kalau Tya lagi manggil ibunya, ibunya kadang suka salah dikira yang manggil mbak Ina. Kontan aja buat Tya keki. Masa’ sih suara indahnya disandingkan dengan suara tukang jamu.
Kali ini nggak seperti biasanya, perasaan Tya benar-benar sedang dirundung pilu. Galau tingkat dewa lah bahasanya. Demi menghilangkan kegelisahannya Tya teriak-teriak di kamar menyanyikan lagu yang harusnya cukup dinyanyiin 2 oktaf jadi 8 oktaf. Tak ayal  Ibunya sampai kalang kabut dikira anak gadisnya kesambet jin mana. Dengan membawa air seember, ibu Tya menyerbu kamar Tya. Tanpa babibu langsung aja air seember diguyur ke badan Tya. Tya langsung panik dan teriak-teriak kebingungan.
“mamiiii, apa-apaan sih? Tya kan udah mandi, masa’ dimandiin lagi. Mana didalam kamar.” Tya langsung teriak dihadapan ibunya
“kamu tu yang kenapa Tya. Tengah hari bolong teriak-teriak. Mami kira kamu kesambet jin.”
“Tya tu lagi nyanyi mi, menghibur diri.” Sambil merengut Tya menjelaskan kepada  ibunya.
“salah kamu sendiri nyanyi kok sambil teriak-teriak.” Dengan wajah tanpa dosa ibunya Tya melenggang keluar kamar sambil nenteng ember kosong.
duh, mami kebangetan deh. Nyiram nggak kira-kira. Emangnya Tya kebo apa??!” Tya bener-bener kesel plus basah kuyup.
            Sebenarnya bukan tanpa sebab Tya yang tergolong gadis ceria tiba-tiba menggila hari ini. Seperti masalah kebanyakan remaja lainnya masalah yang paling riskan dihadapi adalah masalah percintaan. Kemarin waktu disekolah terjadi hal yang sangat menyakitkan Tya. Untuk kesekian kalinya Tya patah hati. Lelaki yang baru berapa bulan terakhir ini turut mewarnai harinya, belakangan diketahui selingkuh sama teman satu sekolah Tya. Iyan memang berbeda sekolah dengan Tya. Maksud hati cari pacar yang beda sekolah biar nggak bosan kalo ketemu terus, malah tetap saja pacarnya kepincut sama cewek lain. Tya juga pernah punya pacar satu sekolah, nggak lama pacaran mereka putus. Masalahnya selalu sama karena perselingkuhan dan adanya pihak ketiga. Tya juga bingung apa yang sebenarnya salah dengan dirinya. Kenapa setiap pacaran, pacarnya nggak pernah bertahan lama dengan Tya. Padahal kalo soal tampang Tya lumayan cantik, beda-beda tipis sama Omas. Otaknya juga lumayan brilian, buktinya kalo disekolah kehilangan barang-barang berharga, Kepsek tak lupa selalu meminta ide Tya untuk mencari pelaku. Sebelas dua belas lah sama anjing pelacak. Tya juga tergolong anak yang rajin. Tiap hari sebelum berangkat sekolah tak lupa selalu membersihkan tempat tidur, mandi, menyiram kebun, merumput, kadang-kadang juga disempetin buat nyangkul dan nguras sumur dirumahnya. Tya juga anak yang kalem. Kadang-kadang kalo ada temen-temennya yang suka kepo, jawaban Tya cuma geleng. Kalo sudah pegel geleng giliran manggut. Sungguh kelebihan yang jarang dimiliki oleh gadis normal seusianya. Kelebihan yang tidak pernah disadari oleh pacar Tya, mungkin karena kekurangan Tya lah yang malah lebih menonjol dibanding kelebihannya. Tya memang punya keunikan pada rambutnya. Rambutnya kelewat subur dan mengembang alhasil kebanyakan orang menyebutnya kribo. Kalo cuma kribo doang mungkin nggak terlalu bermasalah. Tapi kribonya Tya suka dicampur  sama aroma yang lumayan beracun juga. Bukannya Tya nggak rajin keramas atau nggak punya duit buat beli shampo harga gopek-an. Tapi karena Tya mengidap ketombe dan minyak yang berlebihan pada rambut yang buat aroma shampo nggak bertahan lama dirambutnya kalah sama bau debu dan ketombe. Sungguh malang nasib Tya, karena itulah beberapa pacar Tya nggak betah disamping Tya. Sebenarnya Tya udah pernah menjelaskan masalah ini ke pacarnya. Dulu pacarnya bilang kalo dia mau nerima Tya apa adanya, Nothing’s gonna change my love for you. Apalagi cuma gara-gara rambut. Tapi sekarang Tya merasa berbeda. Nggak semua orang mau nerima keadaan Tya apa adanya. Terkadang hal itu buat Tya merasa lumayan depresi. Untung ada sahabatnya yang selalu menghiburnya dan menemaninnya setiap saat, persis kayak deodorant. Sekarang Tya harus bener-bener selektif milih pacar. Nggak mau yang cuma manisnya di awal. Yang bener-bener mau menerima Tya apa adanya. Tampang nggak jadi masalah, walaupun nggak seganteng Zayn Malik yang penting dia setia.
Sejak putus dengan Iyan, kehidupan Tya benar-benar berubah. Seperti orang yang kehilangan gairah hidup. Seperti pribahasa hidup segan mati tak mau. Ibu Tya sampai kebingungan apa yang terjadi sama anak gadisnya ini. Tya yang biasanya hobi makan dan ngemil, tiba-tiba jadi nggak bernafsu. Kerjaannya kadang-kadang sehabis pulang sekolah, ngelamun di depan kandang ayam tetangga. kadang-kadang juga terlihat sedang mengajak ngobrol si Rocky, ayam jago mang Yoyon tetangga sebelah juga. bener-bener kayak orang sableng.
Keesokan harinya.
            “ Jamu.... jamu jamu. Jamunya bu ??”. pagi-pagi mbak Ina tukang jamu langganan ibunya Tya sudah berdagang didepan rumahnya.
“ Jamu Na. Kayak biasa ya??!”. Ibu Tya tiba-tiba sudah nonggol depan pintu memanggil Ina.
“ iya bu.”
“ oh iya bu, tumben sepi?! Mana mbak Tya nya? Biasanya kalo hari minggu gini rumah ibu udah rame sama suara mbak Tya yang teriak-teriak?”
“ bukan teriak-teriak ,itu si Tya lagi nyanyi. gara-gara suaranya yang cempreng jadi lebih mirip kayak orang lagi teriak daripada nyanyi. Hehe.. tapi ibu juga kurang tahu. akhir-akhir ini Tya agak berubah. Ibu jadi khawatir banget. Kayak lagi stres berat. Kayaknya lagi patah hati. Maklumlah remaja sekarang.”
“oh gitu ya bu?! Ini kasih jamu aja bu. Ina punya jamu untuk menghilangkan rasa sedih dan patah hati ”. Ina tiba-tiba menawarkan jamu yang namanya tergolong aneh.
masa’ Na??!  Emang ada jamu yang kayak gitu?”. Ibu Tya ragu-ragu dengan jamu merek terbarunya Ina.
“ Ada bu. Ini jamu resep turun-temurun dari neneknya nenek saya. Sudah terbukti manjur dari generasi ke generasi bu. Ampuh tenan pokokke.” Ina bersemangat mempromosikan jamu leluhurnya sambil mengacungkan jempol biar lebih meyakinkan.
Kalo emang bener-bener manjur seperti katamu, ibu mau dibuatin buat Tya. Ada jamunya sekarang?”
“ wah kalo sekarang Ina belum buat bu. Besok aja bu Ina bawain. Tapi bu jamu ini  belum terlihat hasilnya kalo cuma minum sekali. Harus rutin paling nggak selama 2 minggu ini.” Ina menjelaskan lebih detail mengenai cara kerja jamunya.
“ ya udah kalo gitu nggak apa-apa. Besok ibu tunggu ya jamunya.”
“ oke. Siap bu.” Ina siap berlalu sambil menggendong jamunya lagi.
Keesokan harinya...