My Father, My Hero


            Di suatu siang yang terik, daun-daun pepohonan bergemerisik tertiup angin yang berhembus semilir menemani seorang lelaki tua yang sedang bersandar di sebuah pohon besar sambil mengipas-ngipaskan caping lusuhnya, menerawangkan beban yang sedang dipikirkannya. Pekerjaan yang sudah dilakoninya sejak tadi pagi sungguh membuatnya lelah dan memaksanya beristirahat sejenak, walaupun sebenarnya masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikannya.  Angin yang bertiup terasa sangat menyejukkannya, menguapkan seluruh keringat yang dari tadi membasahi sekujur tubuhnya. Tetapi rona mukanya memperlihatkan jika ia tengah memikirkan sesuatu, terlihat pula sejuta beban yang ditanggungnya lewat keriput-keriput diwajahnya. Perut terasa lapar dan rasa kantuk pun mendera, Jika bukan karena memikirkan hidup keluarganya, tentu dia lebih memilih pulang kerumah, beristirahat dan tidur daripada membersihkan kebun orang lain yang upahnya tidak seberapa.
            Siang ini istrinya tidak datang untuk mengantarkan makan siang untuk dirinya. Mungkin istrinya merasa kelelahan karena seharian juga menjajakan makanan demi membantu suaminya mengais rezeki. Sering ia melarang istrinya untuk berjualan karena fisiknya yang lemah, jika terlalu kelelahan penyakit asam urat nya akan kambuh lagi. Tetapi istrinya selalu menolak. Ia tetap ingin membantu suaminya, karena biaya hidup yang ditanggung tidaklah ringan. Ketiga anaknya membutuhkan biaya yang besar untuk pendidikannya. Kedua anaknya bersekolah di SMA Negeri dengan biaya pendidikan, sedangkan yang paling bungsu duduk di bangku SMP. Walaupun susah semua kebutuhan anak-anaknya selalu berusaha ia penuhi. Hingga terkadang membuatnya harus bekerja siang dan malam tanpa henti. Tak ada waktu yang dapat ia berikan untuk anak-anaknya. Anak-anaknya terasa sangat dekat dengan dengan istrinya tetapi sangat jauh dari dirinya.
            Siang ini yang membuat hati dan kepala lelaki tua yang sering dipanggil pak amar  itu tidak tenang bukanlah masalah perutnya yang sudah berteriak-teriak kelaparan, tetapi permintaan si bungsu tadi malam yang membuatnya harus memutar otak hingga sekarang.
Semalam anaknya yang paling bungsu mendatanginya yang tengah istirahat di  atas dipan depan rumah. Rumahnya bukanlah rumah yang beratap genting, dengan cat putih bersih atau dengan warna-warna yang indah, serta bunga-bunga yang berjejer dalam pot yang menghiasi teras seperti rumah-rumah tetangganya. Rumahnya adalah sebuah rumah yang beratapkan seng yang sering bocor, dan bercatkan warna putih keruh, yang nampak sekali tidak pernah dicat ulang selama bertahun-tahun. Di rumah kecilnya itulah ia dan keluarga kecilnya hidup.
            “Pak, bapak …. “. Anak bungsu lelaki itu mendekatinya yang sedang menyeruput secangkir kopi tanpa gula, memanggilnya dengan nada manja.
            “ Ada apa nduk ?”
            “ bapak pasti capek, sini biar ita pijitin ya pak”
            “ kok tumben mau mijitin bapak?!! Yo wes sini mijitin pundak bapak.”
“ pak, ita mau kasih tau bapak sesuatu.”
“ kasih tau apa? Tinggal ngomong aja, nggak usah pake teka-teki.”
“ mulai sekarang ita mau pake jilbab pak. Emak sudah setuju, bapak juga setuju kan?!”
loh, kenapa tiba-tiba mau pake  jilbab?”
“iya pak, kata ibu guru wanita muslimah itu wajib pake jilbab apalagi kalo sudah baligh. Biar nggak diganggu sama cowok pak.”
Gadis yang dipanggil Ita itu tersenyum polos menceritakan alasannya mau mengenakan jilbab kepada ayahnya.
kalo karena itu alasannya kamu mau pake jilbab ya bapak setuju saja. Kamu juga kan sudah mulai besar”
“ tapi ita nggak punya jilbab sama baju panjang pak. Baju sekolah ita juga lengan pendek dan rok pendek. Ita nggak mungkin make’ nya lagi pak.”
Pak amar sudah menduga kalau anaknya itu pasti akan meminta sesuatu dengan menyampaikan keinginannya tersebut.
            “ kalo sekarang bapak lagi nggak punya uang untuk beli baju dan seragam baru buat ita. Ita yang sabar ya. nanti pasti bapak belikan.”
Pikiran pak amar mulai gelisah. Bagaimana dia akan membelikan baju dan seragam baru untuk anaknya sedangkan dia tidak punya pekerjaan tetap. Pekerjaannya selama ini hanya sebagai buruh serabutan dan tukang kebun. Tapi sungguh tak tega hatinya untuk menolak keinginan anaknya, apalagi keinginan itu begitu mulia. Perasaan gelisah mulai berkecamuk dalam dadanya.

 To be Continued ... *#

My Photos


* When I'm alone ^^




* Foto in the chem's Lab,,, our Favorite Lab


* not good,, coz i'm not there...

My CeRpeN




“ Ketika ALLAH Memanggilnya…”
“ Na…. Nana…. Bangun udah siang. Kamu ngak kuliah apa??!! “.
“Hah.. apa?!!” . tersentak ku bangun dari tidur setelah mendengar teriakan ibu yang nyaring.
Masih dengan mata setengah terpejam, kulihat jam di hp yang ada disebelah tempat tidur.
“Astagfirullah …!!! Jam setengah tujuh, ku belum sholat shubuh!!.
Cepat-cepat bangun dan ke kamar mandi mengambil wudhu untuk sholat shubuh.
 “ Ibu… kenapa ibu baru bangunin nana sekarang??!! “. Ku mendatangi ibu yang sedang menyiapkan sarapan di dapur.
“ ibu nggak tega bangunin kamu. Semalam saja kamu baru tidur jam 2.” Sahut ibu sambil menyiapkan sarapan pagi ini.
Beberapa hari belakangan ini ku sering tidur sangat larut. Demi proposal penelitian ku aku rela bergadang bermalam-malam agar bisa selesai tepat waktu. Aku sudah terlanjur berjanji pada orang tuaku agar bisa lulus kuliah akhir tahun ini.
Karena sering tidur hampir shubuh, tak ayal sholat shubuh selalu molor dan jarang sekali bisa melakukan sholat tahajjud lagi. Semua yang kulakukan ini terkadang membuatku merasa tidak tenang, hal yang kulakukan ini memang tidak salah tetapi yang kulakukan hanya berorientasi untuk dunia, sedangkan ibadah-ibadah ku kepada allah swt jadi terlalaikan.
            Hari ini ku berencana berangkat ke kampus dan menemui dosen pembimbing untuk konsultasi masalah proposalku. Janji bertemu dengan dosen jam 11.30 . deg-degan rasanya, khawatir kalau proposalnya yang sudah kukerjakan bermalam-malam masih juga belum bisa disetujui.
Setengah jam sudah menunggu, ternyata dosen yang dicari belum juga datang. Setelah kutelepon lagi ternyata beliau sedang dalam perjalanan.
“kamu Nana kan??!!”. Seorang wanita berjilbab, seperti seorang akhwat tiba-tiba menepuk pundakku dari belakang ketika ku sedang asik mengetik sms.
“Eh… iya bener. Saya Nana. Kamu?!”. Jawabku dengan gugup, ku bingung siapa wanita ini. Sepertinya kenal tapi dimana.
“Aku Christi na. masih inget nggak? Temen SMA mu dulu”. Wanita itu memberitahu siapa dirinya sebelum ku sempat menebak-nebak siapa dia.
“Christi?!!, tapi kamu kan….??!!”. sebelum kusempat melanjutkan perkataanku, tiba-tiba Christi bilang, “ya na, sekarang aku sudah muallaf. 2 tahun lalu ku memutuskan untuk memeluk islam”.
Lama sekali ku tidak berjumpa dengan Christi. Terakhir kali kami bertemu waktu kelulusan sekolah sekitar 4 tahun yang lalu. Setelah mendengar apa yang dikatakannya, secara spontan ku peluk Christi ada rasa rindu karena telah lama tak bertemu dan juga ada rasa haru karena dia telah mendapat hidayah sekarang. Berulang kali kupanjatkan rasa syukur yang tak terkira dalam hatiku, atas yang telah allah berikan pada Christi.
Beberapa menit kemudian kami bercerita panjang lebar mengenai kegiatan-kegiatan yang kami lakukan sekarang, kadang bercerita tentang masa-masa SMA dulu, sangat menyenangkan sampai hampir ku lupa janji ku untuk bertemu dengan dosen pembimbing. Alhamdulillah ternyata dosennya belum datang.
“Ada apa na? lagi nunggu seseorang ya?”. Christi langsung bertanya ketika melihat ku yang tiba-tiba gelisah.
“iya ni, ada janji mau ketemu ma dosen pembimbing. Janji nya sih jam 11.30 tadi, tapi kayaknya bapaknya belum datang juga”.
“coba hubungi lagi aja deh.” Christi menyarankan untuk menelpon dosenku lagi.
Setelah ditelepon ternyata pak dosen sebentar lagi sampai, sekitar lima menit.
Beberapa menit kemudian, adzan sholat dzuhur berkumandang di mushola-mushola. Bergema diseantero kampus.
“yok Na, kita sholat dulu. Udah adzan tuh”. Christi mengajak dan menarikku kearah mushola terdekat.
“duluan aja ti, dosenku bentar lagi sampe. Nggak enak udah janji. Ntar kalo beliau sampe terus ku nggak ada ntar beliau langsung pergi lagi. Maklum dosen nya banyak jam terbang. Mending ntar ku dikira mahasiswa nggak tau etika”. Jelasku panjang lebar kepada Christi.
“mentingin panggilan dosen apa panggilan allah?”. Christi tersenyum. Sungguh kata yang sederhana tapi sangat mengena. Tak bisa ku jawab apa-apa selain senyuman. Lalu Christi pergi,berjalan ke musholah. Perasaan ragu tiba-tiba merayapi hatiku. Akhirnya kuputuskan untuk kembali menunggu dosenku.
Beberapa menit kemudian, pak dosen yang ditunggu akhirnya datang juga. Dengan wajah sedikit bad-mood, beliau menyuruhku masuk kedalam ruangannya. Jantungku terasa semakin berdegup kencang. Do’a tak henti-hentinya kupanjatkan dalam hati, berharap diberi kemudahan dalam menghadapi urusan yang satu ini.
Satu jam berkonsultasi, hal yang ku khawatirkan ternyata terjadi juga. Menurut beliau banyak sekali kesalahan dalam proposalku ini, katanya argumen yang kutuliskan kurang kuat. Ku hanya bisa pasrah dan berjanji akan memperbaiki secepatnya. Keluar dari ruangan ingin rasanya ku menangis.
Beberapa hari kemudian ku lebih sering bertemu dengan Christi, saling sharing dan curhat tentang alasan nya hijrah agama, Tanya jawab seputar islam mulai dari alqur’an, shirah nabawiyah, fiqih, dll.
Suatu ketika ku ceritakan pada Christi masalah proposalku yang ditolak oleh dosen pembimbingku dan bagaimana pengorbananku berhari-hari untuk menyelesaikannya sampai harus bergadang-gadang. Dengan berapi-api kuceritakan semuanya. Christi hanya diam dan tersenyum mendengar apa yang aku ceritakan. Kutanya bagaimana menurutnya. Jawabannya hanya Alhamdulillah allah masih menyayangimu. Jawaban yang sungguh membuatku bingung.
“apa maksudnya?”
“iya, allah masih menyayangimu Na. Kamu ngerasa kalo pengorbananmu demi proposalmu sia-sia kan?!!. Sesungguhnya tidak ada yang sia-sia, hanya saja belum waktunya. Tadi kan kamu bilang kalo demi proposalmu, sampai kamu melalaikan ibadahmu kan?!. Mungkin allah sedang mengingatkan kalo semua ketentuan itu ada ditangan allah dan manusia hanya bisa berusaha dan bertawakal, dan allah pengen kamu inget dan deket lagi padaNya. Coba deh kamu bayangkan seandainya proposalmu diterima, mungkin kamu hanya akan semakin focus pada proposalmu dan semakin melupakan allah”.
Sungguh tak ada dalam fikiranku hal itu. bahwa memang benar manusia hanya bisa berusaha, allah jualah yang menentukan akhirnya.
Setelah diskusi itu, 3 minggu kemudian ku tidak bertemu lagi dengan Christi. Ku coba hubungi, Dia bilang dia ada diluar kota sekarang.
Beberapa hari kemudian terdengar kabar yang membuatku hampir tidak percaya dan merasa ini hanya mimpi. Kucoba menelpon keluarganya untuk memastikan berita yang kudengar. 2 hari yang lalu Christi telah berpulang ke padaNya. Kecelakaan mobil yang dialaminya ketika dalam perjalanan kesini telah merenggut nyawanya. Tangisku lansung pecah dan kutumpahkan semuanya dihadapan ibu. Nasehat-nasehat ibu bisa membuatku tenang kembali, mulai bisa berpikir jernih dan merenungi hikmah dibalik semua peristiwa ini.
Ku bersyukur kepada allah karena telah memberikannya hidayah sebelum memanggilnya. Dia adalah wanita sholehah yang kukenal. Teringat semua pertemuan dan diskusi yang kami lakukan berapa bulan terakhir sungguh rasanya tidak percaya. Dalam hatiku mulai bertanya, apakah kelak allah juga akan memanggilku dalam keadaan seperti Christi? Ataukah allah akan memanggilku dalam keadaan lalai? . butiran air mata kembali mengalir diiringi nasehat Christi yang terngiang terakhir kali.

cerita nggak penting :P

ketika langit sedang suangat cerah (baca;panas)
pengen rasanya menuliskan sesuatu.. tp apa ya?
mungkin tentang orang-orang yang amat berarti bagiku, tetapi belakangan kehadiran mereka tak pernah kuanggap bahkan tak kupedulikan.
huh,,, betapa cuek dan egoisnya aku .. :'(
tapi andaikan mereka tau bahwa sebenarnya ku sangat membutuhkan kehadiran mereka, canda tawa dan celaan mereka.
yah inilah salah satu sifat perempuan yang tidak kusukai, selalu hanya ingin diperhatiin tanpa peduli keadaan dan kondisi orang lain.. dan ternyata aku juga selalu melakukan hal itu. taoi alhamdulillah berarti ku juga perempuan...

ceritanggakpenting.com :-P

Reaksi Uji Protein


 
I.                   Nomor Percobaan     : 2
II.                Nama Percobaan       : Reaksi Uji Protein
III.             Tujuan Percobaan    : Untuk mengetahui adanya reaksi positif dan reaksi negatif pada protein

IV.             Dasar Teori
Protein adalah senyawa organic kompleks berbobot molekul tinngi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang menghubungkan satu sama lain dengan ikatan peptide. Molekul protein yang mengandung karbon, hydrogen, oksigen dan kadang kala sulfur serta fosfor.protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus.
Keistimewaan dari protein adalah strukturnya yang mengandung N,disamping C,H,O (seperti karbohidrat dan lemak), S (sulfur) dan kadang-kadang P,Fe dan Cu (sebagai senyawa kompleks dengan protein). Dengan demikian maka salah satu cara terpenting yang cukup spesifik untuk menentukan jumlah protein secara kuantitatif adalah dengan penentuan kandungan N yang ada dalam bahan makanan atau bahan lain. Protein yang mengandung gugus hidroksil Phenil (- - OH) dapat bereaksi dengan larutan mercuri nitrat dan dapat menghasilkan larutan atau endapan yang berwarna merah. Secara kimia dapat dibedakan antara protein sederhana yang terdiri dari polipeptida dan protein kompleks yang mengandung zat-zat makanan tambahan seperti hern, karbohidrat, lipid atau asam nukleat. Untuk protein kompleks, bagian polipeptida dinamakan aproprotein dan keseluruhannya dinamakan haloprotein. Secara fungsional protein juga menunjukkan banyak perbedaan. Dalam sel mereka berfungsi sebagai enzim, bahan bangunan, pelumas dan molekul pengemban. Tapi sebenarnya protein merupakan polimer alam yang tersusun dari berbagai asam amino melalui ikatan peptide.
Beberapa uji kualitatif dapat digunakan untuk mendeteksi adanya protein. Uji tersebut meliputi Uji Biuret, Pengendapan dengan Logam, Pengendapan dengan garam, dan Uji Koagulasi.
Beberapa penguji reaksi protein adalah :
1)      Pereaksi Xantoprotein
Larutan asam nitrat ditambahkan ke dalam larutan protein secara hati – hati. Setelah dicampurkan akan terbentuk endapan putih yang dapat berubah menjadi kuning bila dipanaskan. Peristiwa yang terjadi adalah nitrasi pada inti benzena yang terdapat pada molekul protein. Jadi uji ini positif untuk protein yang mengandung asam amino tirosin, fenilalanin, dan triptofan.
2)      Pereaksi Hopkins-Cole
Digunakan untuk menguji adanya asam amino triptofan. Khususnya yang mengandung gugus indol.
3)      Pereaksi Millon
Digunakan untuk menguji adanya gugus fenol pada protein misalnya tirosin.
4)      Pereaksi Nitroprusida
Digunakan untuk protein yang asam aminonya mempunyai gugus –SH misalnya sistein.
5)      Pereaksi Sakaguchi
Untuk uji protein yang asam aminonya mengandung gugus guanidine seperti arginin yang memberikan warna merah.

Asam amino adalah senyawa organic yang memiliki gugus fungsional karboksil  (-COOH) dan aminanya (biasanya –NH2). Dalam biokimia seringkali pengertiannya dipersempit: keduanya terikat pada satu atom karbon (C) yang sama (disebut atom C "alfa" atau α). Gugus karboksil memberikan sifat asam dan gugus amina memberikan sifat basa. Dalam bentuk larutan, asam amino bersifat amfoterik: cenderung menjadi asam pada larutan basa dan menjadi basa pada larutan asam. Perilaku ini terjadi karena asam amino mampu menjadi zwitter-ion. 
Struktur asam amino secara umum adalah satu atom C yang mengikat empat gugus: gugus amina (NH2), gugus karboksil (COOH), atom hidrogen (H), dan satu gugus sisa (R, dari residue) atau disebut juga gugus atau rantai samping yang membedakan satu asam amino dengan asam amino lainnya. Atom C pusat tersebut dinamai atom Cα ("C-alfa") sesuai dengan penamaan senyawa bergugus karboksil, yaitu atom C yang berikatan langsung dengan gugus karboksil. Oleh karena gugus amina juga terikat pada atom Cα ini, senyawa tersebut merupakan asam α-amino.Asam amino biasanya diklasifikasikan berdasarkan sifat kimia rantai samping tersebut menjadi empat kelompok. Rantai samping dapat membuat asam amino bersifat asam lemah, basa lemah, hidrofilik jika polar, dan hidrofobik jika nonpolar.


V.                Alat dan Bahan
a.       Alat :
-          Tabung reaksi
-          Penjepit tabung
-          Pipet tetes
-          Gelas ukur
-          Beker gelas
-          Batang Pengaduk
b.      Bahan
-          Putih telur                         - Larutan HgCl2
-          Kuning telur                      - Larutan Pb Asetat
-          Albumin                            - Amonium Sulfat
-          Susu bubuk                       - NaCl (garam dapur)
-          Susu cair                            - Reagen Millon
-          Larutan ikan gabus            - Reagen Biuret
-          Larutan NaOH                  - Larutan HOAc
-          Larutan CuSO4

VI.             Prosedur Kerja
a.       Uji Biuret
Tambahkan 1 ml NaOH 2,5 N kedalam 3 ml larutan protein dan aduk. Tambahkan setetes CuSO4 0,01 M. Aduk, jika tidak timbul warna lagi setetes atau 2 tetes CuSO4.
b.      Pengendapan dengan logam
Ke dalam 3 ml larutan protein, tambahkan 5 tetes HgCl2 0,2 M. Ulangi percobaan dengan menggunakan Pb asetat 0,2 M.
c.       Pengendapan dengan garam
Jenuhkan 10 ml larutan protein dengan ammonium sulfat. Untuk pekerjaan ini dilakukan : pertama, tambahakn sedikit garam tersebt, aduk hingga melarut. Tambahkan lagi sedikit ammonium sulfat dan aduk lagi, kontinu sehingga sedikit garam tertinggal tidak terlarut. Apabila larutan jenuh, kemudian disaring. Uji kelarutan dari endapan di dalam air. Uji endapan dengan reagen Millon dan filtrate dengan uji Biuret.


d.      Uji koagulasi
Tambahkan 2 tetes HOAc 1 M ke dalam 5 ml larutan protein. Letakkan tabung dalam air mendidih selama 5 menit. Ambil endapan dengan batang pengaduk. Uji kelarutan endapan di dalam air. Uji endapan dengan reagen Millon.

VII.          Hasil Pengamatan

Reaksi Uji
Protein
Hasil Pengamatan
Uji Biuret
Putih Telur
Larutan tak berwarna berubah menjadi ungu pada penambahan 8 tetes CuSO4 ( setelah ditambah NaOH 2,5 N)
Kuning Telur
Larutan tak berwarna berubah menjadi ungu pada penambahan 20 tetes CuSO4 ( setelah ditambah NaOH 2,5 N)
Susu Cair
Larutan tak berwarna berubah menjadi ungu pada penambahan 14 tetes CuSO4 ( setelah ditambah NaOH 2,5 N)
Susu Bubuk
Larutan tak berwarna berubah menjadi ungu pada penambahan 20 tetes CuSO4 ( setelah ditambah NaOH 2,5 N)
Ikan Gabus
Larutan tak berwarna berubah menjadi ungu pada penambahan 10 tetes CuSO4 ( setelah ditambah NaOH 2,5 N)
Albumin
Larutan tak berwarna berubah menjadi ungu pada penambahan 20 tetes CuSO4 ( setelah ditambah NaOH 2,5 N)

Uji Pengendapan dengan Logam
Putih Telur
Larutan tak berwarna. Setelah ditambahkan 35 tetes HgCl2 terbentuk endapan putih.
Endapan putih juga terbentuk saat penambahan 5 tetes Timbal asetat.
Kuning Telur
Larutan kuning keruh. Setelah ditambahkan 60 tetes HgCl2 terbentuk endapan kuning.
Endapan kuning juga terbentuk saat penambahan 60 tetes Timbal asetat.
Susu Cair
Larutan putih. Setelah ditambahkan 35 tetes HgCl2 terbentuk endapan putih.
Endapan putih juga terbentuk saat penambahan 60 tetes Timbal asetat.
Susu Bubuk
Larutan putih. Setelah ditambahkan 90 tetes HgCl2 terbentuk endapan putih.
Endapan putih juga terbentuk saat penambahan 40 tetes Timbal asetat.
Ikan Gabus
Larutan putih. Setelah ditambahkan 25 tetes HgCl2 terbentuk endapan putih.
Endapan putih juga terbentuk saat penambahan 30 tetes Timbal asetat.
Albumin
Larutan tak berwarna. Setelah ditambahkan 5 tetes HgCl2 terbentuk endapan putih.
Endapan putih juga terbentuk saat penambahan 5 tetes Timbal asetat.

Uji Pengendapan dengan Garam

Putih Telur
(tak dilakukan)
Kuning Telur
(tak dilakukan)
Susu Cair
Setelah ditambahkan 7 gram (NH4)2SO4 larutan menjadi jenuh. Endapan hasil penyaringan, direaksikan dengan reagen Millon, maka endapan berubah menjadi merah.
Filtratnya ditambahkan dengan reagen Biuret dan larutan berubah menjadi biru.
Susu Bubuk
Setelah ditambahkan 6 gram (NH4)2SO4 larutan menjadi jenuh. Endapan hasil penyaringan, direaksikan dengan reagen Millon, maka endapan berubah menjadi merah.
Filtratnya ditambahkan dengan reagen Biuret dan larutan berubah menjadi biru.
Ikan Gabus
(tak dilakukan)
Albumin
(tak dilakukan)

Uji Koagulasi
Putih Telur
Terbentuk endapan sebanyak 0,521 gr, setelah ditambahkan Millon,endapan berubah menjadi Merah. Endapanya tidak larut dalam air. Filtratnya ditambahkan dengan reagen biuret maka warna bening berubah jadi ungu.
Kuning Telur
Terbentuk endapan sebanyak 0,249 gr, setelah ditambahkan Millon,endapan berubah menjadi Merah. Endapanya larut dalam air. Filtratnya ditambahkan dengan reagen biuret maka warna bening berubah jadi ungu.
Susu Cair
Terbentuk endapan sebanyak 0,0195 gr, setelah ditambahkan Millon,endapan berubah menjadi Merah. Endapanya tidak larut dalam air. Filtratnya ditambahkan dengan reagen biuret maka warna bening berubah jadi ungu.
Susu Bubuk
Terbentuk endapan sebanyak 0,3519 gr, setelah ditambahkan Millon,endapan berubah menjadi Merah. Endapanya tidak larut dalam air. Filtratnya ditambahkan dengan reagen biuret maka warna bening berubah jadi ungu.
Ikan Gabus
Terbentuk endapan sebanyak 0,0,981 gr, setelah ditambahkan Millon,endapan berubah menjadi Merah. Endapanya tidak larut dalam air. Filtratnya ditambahkan dengan reagen biuret maka warna bening berubah jadi ungu.
Albumin
Terbentuk endapan sebanyak 4,061 gr, setelah ditambahkan Millon,endapan berubah menjadi Merah. Endapanya tidak larut dalam air. Filtratnya ditambahkan dengan reagen biuret maka warna bening berubah jadi Biru.




VIII.       Hasil Reaksi

































IX.             Pembahasan
Pada uji biuret, semua protein yang digunakan yaitu : putih telur, kuning telur, susu cair, susu bubuk, ikan gabus dan albumin mengalami reaksi ketika ditambahkan larutan CuSO4 dan NaOH. Reaksi yang terjadi ditandai dengan perubahan warna, yang semula larutan tak berwarna menjadi berwarna ungu.
Reaksi yang terjadi pada protein pada uji biuret tersebut merupakan positif, karena reaksi positif pada uji biuret ditandainya dengan terbentuknya warna ungu pada larutan. Hal ini dikarenakan terbentuknya senyawa kompleks Cu2+ dengan gugus -CO dan -NH pada asam amino dalam proteinUji Biuret bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya gugus amida pada filtrat yang dihasilkan, dimana dalam suasana basa Cu bereaksi dengan beberapa jenis larutan protein dan menghasilkan warna ungu. Hasil pembentukan senyawa kompleks, reaksi biuret dapat terjadi pada molekul yang mengandung 2 gugus ( - C - NH -) yang terikat pada satu atom karbon atau atom nitrogen atau O terikat langsung. Senyawa yang mengandung gugus – C- NH – diganti O dengan gugus – C –NH2 O - C – NH2 atau gugus –CH2NH2 juga positif dalam uji Biuret.
Pada percobaan kedua yaitu uji pengendapan dengan logam, semua protein yang ditambahkan dengan senyawa logam yaitu Pb asetat dan HgCl2 mengalami pengendapan. Reaksi yang terjadi antara garam logam berat akan mengakibatkan terbentuknya garam protein-logam yang tidak larut . Protein yang tercampur oleh senyawa logam berat akan terdenaturasi. Hal ini terjadi pada albumin yang terkoagulasi setelah ditambahkan AgCl2 dan Pb-asetat. Senyawa-senyawa logam tersebut akan memutuskan jembatan garam dan berikatan dengan protein membentuk endapan logam proteinat.
Pada reaksi pengendapan dengan garam, susu cair dan susu bubuk mengalami reaksi ketika ditambahkan larutan (NH4)2SO4 lalu di uji dengan reagen millon dan reagen biuret. Protein ini mengendap karena terdapat garam-garam anorganik dengan konsentrasi yang tinggi dalam larutan protein. Berbeda dengan logam berat, garam-garam anorganik mengendapkan protein karena kemampuan ion garam terhidrasi sehingga berkompetisi dengan protein untuk mengikat air. Endapan yang dihasilkan lalu direaksikan dengan pereaksi millon memberikan warna merah, dan filtrat yang dihasilkan direaksikan dengan reagen biuret memberikan berwarna biru. Hal ini berarti ada sebagian protein yang mengendap setelah ditambahkan garam.
            Pada uji koagulasi, endapan yang direaksikan dengan reagen millon memberikan reaksi positif. Endapan dari putih telur, kuning telur, susu cair, susu bubuk dan albumin ketika direaksikan dengan reagen millon memberian warna merah. Sedangkan filtratnya memberkan warna ungu ketika ditambah dengan reagen biuret, kecuali pada albumin yang berwarna biru. Hal ini menunjukkan bahwa endapan tersebut masih bersifat sebagai protein, hanya saja telah terjadi perubahan struktur tersier ataupun kwartener, sehingga protein tersebut mengendap. Perubahan struktur tersier protein ini tidak dapat diubah kembali ke bentuk semula, ini bisa dilihat dari tidak larutnya endapan albumin itu dalam air.


X.                Kesimpulan
a)             Reaksi yang terjadi pada uji biuret adalah reaksi positif karena ditandai dengan warna ungu pada larutan.
b)             Uji Biuret bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya gugus amida pada filtrat yang dihasilkan, dimana dalam suasana basa Cu bereaksi dengan beberapa jenis larutan protein dan menghasilkan warna ungu.
c)             Reaksi yang terjadi antara garam logam berat akan mengakibatkan terbentuknya garam protein-logam yang tidak larut.
d)            Protein yang tercampur oleh senyawa logam berat akan terdenaturasi.
e)             Reaksi dengan garam-garam anorganik akan mengendapkan protein karena kemampuan ion garam terhidrasi sehingga berkompetisi dengan protein untuk mengikat air.
f)              Reaksi yang terjadi pada uji koagulasi memberikan reaksi positif yang ditandai dengan timbulnya warna merah pada endapan setelah ditambahkan reagen millon dan warna ungu pada filtrat setelah ditambahkan reagen biuret.












Daftar Pustaka


Lehninger, Albert. 1983. Dasar-dasar Biokimia Jilid I. Bogor : Institut Pertanian Bogor.
Sukaryawan, Made. 2011. Petunjuk Praktikum Biokimia I. Indralaya : Universitas Sriwijaya.
http://silviahandayani.blogspot.com. Uji Kualitatif Protein. Diakses Pada Tanggal 6 Maret 2012.
http://madeagustina.blogspot.com. Praktikum Biokimia : Reaksi-reaksi Protein. Diakses Pada Tanggal 6 Maret 2012.
http://www.dostoc.com. Praktikum Biokimia. Diakses Pada Tanggal 6 Maret 2012.




















Gambar Alat
































Pertanyaan :
a)      Reaksi uji biuret
1.      Warna apa yang terjadi ?
Jawab : Larutan tak berwarna berubah menjadi ungu pada penambahan 8 tetes CuSO4 ( setelah ditambah NaOH 2,5 N)
2.      Mengapa harus dihindarkan kelebihan CuSO4 ?
Jawab :      Cu merupakan logam berat. Jika penggunaannya terlalu banyak maka albumin akan terdenaturasi membentuk koagulan. Pada suasana alkalis akan terbentuk Cu(OH)2 dari reaksi : Cu2+ + 2OH- → Cu(OH)2 (ungu) Cu2+ berwarna biru, jika berlebihan akan mengakibatkan warna ungu terkalahkan sehingga hasilnya negatif.
3.      Mengapa garam ammonium mengganggu ?
Jawab : Karena ion-ion dari garam ammonium lebih mudah dalam mengikat air, sehingga menyebabkan kelarutan protein dalam     air berkurang.
4.      Sebutkan dua macam zat lain selain protein yang memberikan uji biuret positif ?
Jawab : Zat lain yang dapat memberikan uji biuret positif adalah Peptida dan Asam amino.

b)     Pengendapan dengan logam
1.      Apa hasilnya ?
Jawab : yang teradi pada percobaan ini yaitu saat sampel ditambahkan HgCl2 maka warna berubah menjadi putih, tetapi campuran reaksi tersebut belum membeku atau masih dalam keadaan encer. Dan saat ditambahkan dengan Pb (CH3COO)2, warna pada campuran kemudian berubah menjadi putih, dan terbentuk endapan putih.
2.      Terangkan mengapa putih telur digunakan sebagai antidote pada keracunan Pb dan Hg !
Jawab : Karena protein yang terdapat dalam putih telur berfungsi sebagai biokatalis pengganti se-sel yang telah rusak akibat gas-gas kimia beracun dari Pb dan Hg, selain itu putih telur juga digunakan sebagai antidotum terhadap keracunan logam berat karena putih telur mengandung albumin, sehingga apabila tubuh keracunan logam berat maka ion logam berat tersebut akan bereaksi dengan albumin membentuk koagulan sehingga logam berat tersebut tidak akan mengganggu atau merusak aktivitas enzim lain di dalam tubuh.

c)      Pengendapan dengan garam
1.      Terangkan hasil-hasilnya !
Jawab : Pada reaksi pengendapan dengan garam, susu cair dan susu bubuk mengalami reaksi ketika ditambahkan larutan (NH4)2SO4 larutan menjadi jenuh, lalu di uji dengan reagen millon dan reagen biuret. Endapan yang dihasilkan lalu direaksikan dengan pereaksi millon memberikan warna merah, dan filtrat yang dihasilkan direaksikan dengan reagen biuret memberikan berwarna biru. garam-garam anorganik tersebut mengendapkan protein karena kemampuan ion garam terhidrasi sehingga berkompetisi dengan protein untuk mengikat air.

d)     Uji koagulasi
1.      Mengapa ditambahkan asam ?
Jawab :
2.      Protein apa yang menggumpal pada pendidihan ?
Jawab :