Lentera Jiwaku


..... Lama sudah ku mencari apa yang hendak kulakukan
Segala titik kujelajahi tiada satupun ku mengerti
Tersesatkah aku di samudera hidupku …
Kata-kata yang kubaca 
terkadang tak mudah kucerna
Bunga-bunga dan rerumputan bilakah kau tau jawabnya
Inikah jalanku, inikah takdirku ??!
….. Kubiarkan kumengikuti suara dalam hati
Yang s’lalu membunyikan cinta
Kupercaya dan kuyakini murninya nurani
Menjadi penunjuk jalanku, lentera jiwaku …
(lentera jiwa by Nugie)

          Lirik lagu inilah yang selalu menginspirasi ku untuk mencari lentera jiwaku.
Sesuatu hal yang dapat membuatku bahagia jika aku melakukannya.
Setelah hampir 3 tahun ku berkecimpung didunia kimia, tapi tetap saja ku merasa tak banyak hal yang membuatku tertarik dan merasa bahagia disini. Sebenarnya banyak hal menarik tentang kimia, tetapi ku tak tertarik untuk menggalinya lebih jauh. Dulu sewaktu SMA dan dipilih untuk mengikuti PMP di UNSRI semua guru-guru sekolah menyarankan agar aku mengambil fakultas keguruan, karena belum mengerti apa-apa tentang dunia kampus akhirnya ku memutuskan mengambil pendidikan kimia. Suatu hal yang tak pernah ku bayangkan sebelumnya.
Awalnya ku merasa berat, tapi lama-kelamaan ku sudah bisa menyesuaikan diri. 2 tahun terakhir kuliah ku masih merasa nyaman-nyaman saja, santai, menoton dan tidak ada yang menarik bagiku, semua terasa biasa bahkan terkadang membosankan. Walaupun begitu aku sudah punya target hidup kedepan, yah apalagi yang diinginkan oleh mahasiswa jurusan pendidikan, tidak jauh-jauh setelah lulus kuliah pengennya mengajar, terus jadi PNS. Hal itu juga yang dulu selalu aku bayangkan tentang masa depanku nanti. Kuliah aja baik-baik disini, terus lulus ngajar dan ikut tes jadi PNS. Tujuan nya cuma satu tak jadi sarjana pengganguran, ijazah sarjana tidak sia-sia, dapat penghasilan yang lumayan apalagi sekarang beredar kabar kalo gaji guru/PNS akan ditingkatkan. Sepertinya tujuanku kuliah hanya demi duit, kerja keras cuma demi duit, semua serba duit. Setelah ku pikir lagi, sungguh bodohny diriku jika semuanya diukur dengan materi. Percuma jika ku menjalakannya tanpa ada perasaan. Sepertinya aku cuma menyia-nyiakan waktu dan umurku saja, hanya untuk alasan yang sangat dangkal. tidak salah juga menjadi guru dan PNS , ada juga sedikit keinginan untuk hal itu. Tapi ku merasa bukan itu yang aku cari.
          Setahun belakangan kumulai sadar dan berfikir, tentang apa yang sebenarnya kuinginkan yang membuatku bahagia,tertarik, bersemangat, dan menjalani sepenuh hati tanpa berfikir tentang materi.
Yahhh… ku mulai membayangkan kembali apa yang kusukai sewaktu aku kecil. ketika masih begitu polos, aku suka sekali keluar rumah dimalam hari, duduk didepan teras untuk sekedar tersenyum memandang langit yang begitu indah penuh bintang-bintang bertaburan. Sering kali membayangkan bisa pergi ke bulan. Setiap keperpustakaan sekolah yang dicari buku-buku bergambar tentang luar angkasa. Sungguh sangat menarik! Ditambah lagi hobiku menonton film yang bergenre scince fiction terutama yang berhubungan dengan space. ^^
          Tetapi seiring pertumbuhanku menuju remaja, kumulai berfikir realistis dan tak banyak bermimpi. Hadapi saja kenyataan yang ada!..
Sungguh aku salah besar, andai saja dari dulu ku tak takut bermimpi. Mewujudkan apa yang aku impikan, mungkin kisahnya kini akan berbeda.
Tapi ku yakin tidak ada kata terlambat untuk mewujudkan impian.
          Sekarang ku telah menemukan lagi impian masa kecilku yang sempat kubuang.
Suatu hal yang selalu membuat perasaanku bersemangat, darah mengalir deras dan jantung berdetak cepat, ketika kulihat barisan bintang dilangit, luasnya jagad raya, bagaimana maha kuasanya Allah SWT menciptakan alam raya lengkap dengan galaksi-galaksi, planet-planet, asteroid, bintang, meteorit sampai black hole. Semua terjadi dengan penciptaan yang sangat luar biasa, tak ada yang salah sedikitpun. Semua berjalan dengan sangat serasi dan harmonis dengan pengaturan yang maha cerdas dan teliti, dialah Allah SWT Tuhan Semesta Alam.
Bagaimana Allah SWT hanya menjadikan bumi sebagai tempat tinggal bagi manusia.
Tak ada kata-kata yang sanggup mengungkapkan perasaanku tentang semua hal itu, selain dzikir Subhanallah walhamdulillah wallailahailallahuallahuakbar.
Ya… aku mencintai astronomi, ilmu yang mempelajari tentang semua hal di luar angkasa sana. Yang hanya sedikit manusia yang mampu menjangkaunya. Aku bercita-cita suatu saat nanti bisa menjadi seorang astronom.  Walau terdengar sulit dan tak akan mudah tapi aku yakin BISA.
Teringat pesan dari sebuah novel “Man Jadda Wajada, Man Shabara Zhafira”. Siapa yang bersungguh-sungguh dia yang mendapat, siapa yang sabar akan beruntung.
“Jangan pernah meremahkan impian orang lain, bahkan impianmu sendiri, setinggi apapun itu. Karena Tuhan Maha Mendengar”.

Bagaimana Jika Hijabmu Tak Bernilai Ibadah ???




            Untuk Saudariku para muslimah, yang selalu berusaha menjadi wanita sholehah perhiasan terindah dunia…
            Saudariku, pasti kita semua ingin menjadi wanita sholehah yang mampu menjalankan syariat agama, ya kan??!! Jika ditanya apa salah satu kewajiban kita sebagai wanita muslimah, pasti rata-rata kita tau kewajiban itu. Menutup aurat. Ya itulah salah satu kewajiban kita sebagai wanita muslim.
Tapi berapa banyak kah dari kita yang mengaku muslimah telah menjalankannya???
Hemm… perlu dilakukan survey dulu untuk tahu jawabannya.
            Kebanyakan dari kita pasti udah tau tentang kewajiban ini, tapi masih banyak juga yang belum menjalankannya. Ketika ditanya kenapa belum pake jilbab?? Kebanyakan jawaban yang terlontar, “belum siap, tingkah laku masih asal-asalan ntar malah jelekin nama jilbabnya”.
            Jawaban yang terdengar benar tapi sebenarnya sangat salah.  Jika  kita fikir, apanya yang belum siap?? Umur udah baligh. Trus malu tingkah masih asal-asalan. Apalagi ini,, emang ada manusia yang sempurna?? Emang orang berjilbab itu malaikat yang semua tingkah lakunya harus bener?! Kalo nuggu jadi baik, kapan baiknya. Kebaikan itu dimulai bukan ditunggu. Cinta, Pake’ jilbab tidak harus jadi sempurna dulu, kalo merasa belum sempurna justru harus pake jilbab, jilbab itulah yang akan menjadi  pengontrol kita dari melakukan hal-hal buruk, insya allah.
            Di sisi lain, banyak juga para wanita muslim yang sudah sadar akan kewajibannya dan mau menghijabi dirinya. Menutup aurat dan menjaga perilaku. Tapi apa yang terjadi kini sungguh sangat menyakitkan, ketika seorang muslimah menunaikan kewajibannya memakai hijab tetapi hijab itu tidak menjadi pelindung dan tak bernilai apa-apa hanya sebatas kain yang dipakai untuk menutup kepala. Naudzubillah.
            Dengan melaksanakan kewajiban pasti ingin mendapat pahala dari allah swt, tapi apa artinya jika ternyata yang kita lakukan tidak berarti bagi allah malah membuat kita akan semakin sesat, jauh dari islam.
Jadi jilbab seperti apa yang tidak bernilai ibadah??!! Tentu saja jilbab yang tidak sesuai dengan perintah allah swt, tidak sesuai syariat.
            Sungguh sangat prihatin melihat para muslimah yang berjilbab tetapi seperti tidak berjilbab. Berjilbab tetapi transparan dan tidak menutup dada, sehingga rambut, lekukan leher dan dada masih terlihat jelas, lantas apa bedanya dengan wanita yang tidak berjilbab??!!
            Memakai pakaian panjang tetapi sangat ketat dan transparan, sehingga lekukan tubuh masih sangat terlihat jelas. Apa bedanya dengan tidak berjilbab??!!
Jadi, apa sebenarnya tujuan kita memakai jilbab??!! Karena perintah allah kah ??!! atau karena ingin terlihat baik dan cantik dimata manusia??!!
Terus apa yang terjadi dengan jilbab seperti ini?? Yang sering saya temui, fungsi jilbab yang seharusnya sebagai pelindung dan pengangkat derajat wanita, malah akan membawa fitnah. Memakai jilbab transparan dan pakaian ketat disana-sini tentu saja akan mengundang pandangan-pandangan kotor dari laki-laki yang juga berotak kotor, panggilan-panggilan nakal, dan bisa saja sampai dipegang-pegang. Kalo sudah begitu siapa yang salah??!!
            Saya fikir, muslimah yang berjilbab seperti itu hanya ingin terlihat modis dan modern walau dengan berjilbab. Tidak menyalahkan jika kita ingin terlihat cantik, karena begitulah kodrat wanita. Tetapi alangkah cantiknya jika kita berjilbab bisa tetap modis dan sesuai syariat itulah yang lebih baik. Allah tidak melarang kita terlihat indah, karena allah sendiri juga menyukai keindahan. Tetapi keindahan yang dimaksud disini, adalah keindahan hati yang ditunjang dengan keindahan lahir yang sesuai syariat, bukan keindahan yang mengumbar aurat. Silahkan terlihat cantik, tapi hanya untuk dirimu sendiri dan orang-orang yang halal bagimu.
            Wallahua’lam.

Reaksi Kualitatif Logam-Logam Transisi


       I.        Judul Percobaan                      :  Reaksi Kualitatif Logam-Logam Transisi
    II.                Tanggal Percobaan                  :  18 Oktober 2011
 III.            Tujuan Percobaan                    : Mengenali uji Kualitatif melalui reaksi-reaksi kimia ion-ion logam transisi berdasarkan golongannya.

 IV.            Dasar Teori     

Kimia Logam Transisi

Logam transisi memiliki sifat-sifat khas logam, yakni keras, konduktor panas dan listrik yang baik dan menguap pada suhu tinggi. Walaupun digunakan luas dalam kehdupan sehari-hari, logam transisi yang biasanya kita jumpai terutama adalah besi, nikel, tembaga, perak, emas, platina, dan titanium. Namun, senyawa kompleks molekular, senyawa organologam, dan senyawa padatan seperti oksida, sulfida, dan halida logam transisi digunakan dalam
berbagai riset kimia anorganik modern.
Unsur-unsur transisi adalah unsur logam yang memiliki kulit elektron d atau f yang tidak penuh dalam keadaan netral atau kation. Unsur transisi terdiri atas 56 dari 103 unsur. Logam-logam transisi diklasifikasikan dalam blok d, yang terdiri dari unsur-unsur 3d dari Sc sampai Cu, 4d dari Y ke Ag, dan 5d dari Hf sampai Au, dan blok f, yang terdiri dari unsur lantanoid dari La sampai Lu dan aktinoid dari Ac sampai Lr. Kimia unsur blok d dan blok f sangat berbeda. Bab ini
mendeskripsikan sifat dan kimia logam transisi blok d.

 Struktur kompleks logam
a Atom pusat
Sifat logam transisi blok d sangat berbeda antara logam deret pertama (3d) dan deret kedua (4d), walaupun perbedaan deret kedua dan ketiga (5d) tidak terlalu besar. Jari-jari logam dari scandium sampai tembaga (166 sampai 128 pm) lebih kecil daripada jari-jari itrium, Y, sampai perak, Ag, (178 sampai 144 pm) atau jari-jari, lantanum, sampai emas (188 sampau 146 pm). Lebih lanjut, senyawa logam transisi deret pertama jarang yang berkoordinasi 7, sementara logam transisi deret kedua dan ketiga dapat berkoordiasi 7-9. Cerium, Ce, (dengan radius 182 pm) ~ lutetium, Lu, (dengan radius 175 pm) terletak antara La dan Hf dan karena kontraksi lantanoid, jari-jari logam transisi deret kedua dan ketiga menunjukkan sedikit variasi.
Logam transisi deret kedua dan ketiga berbilangan oksida lebih tinggi lebih stabil dari pada keadaan oksidasi tinggi logam transisi deret pertama. Contohnya meliputi tungsten heksakhlorida, WCl6, osmium tetroksida, OsO4, dan platinum heksafluorida, PtF6. Senyawa logam transisi deret pertama dalam bilangan oksidasi tinggi adalah oksidator kuat dan oleh karena itu mudah direduksi. Di pihak lain, sementara senyawa M(II) dan M(III) umum dijumpai pada logam transisi deret pertama, bilangan oksidasi ini jarang dijumpai pada unsur-unsur di deret kedua dan ketiga. Misalnya, hanya dikenal sedikit senyawa Mo(III) atau W(III) dibandingkan dengan senyawa Cr(III). Ion akua (ion dengan ligan air) sangat umum dalam logam transisi deret pertama tetapi ion yang sama untuk logam transisi deret kedua dan ketiga jarang diamati.
Senyawa kluster logam karbonil logam transisi deret pertama dengan ikatan M-M dalam bilangan oksidasi rendah dikenal, tetapi senyawa kluster halida atau sulfida jarang. Umumnya, ikatan logam logam dibentuk dengan lebih mudah pada logam 4d dan 5d daripada di logam 3d. Momen magnet senyawa logam transisi deret pertama dapat dijelaskan dengan nilai spin saja (lihat bagian 6.2(d))
tetapi sukar untuk menjelaskan momen magnet deret kedua dan ketiga kecuali bila faktor-faktor lain seperti interaksi spin-orbital juga dipertimbangkan. Jadi, penting untuk mengenali dan memahami perbedaan signifikan dalam sifat kimia yang ada
antara logam transisi deret pertama dan deret selanjutnya, bahkan untuk unsur-unsur dalam golongan yang sama.
Sifat logam transisi blok d tidak berbeda tidak hanya dalam posisi atas dan bawah di tabel periodic tetapi juga di golongan kiri dan kanan. Golongan 3 sampai 5 sering dirujuk sebagai logam transisi awal dan logam-logam ini biasanya oksofilik dan halofilik. Dengan tidak hadirnya ligan jembatan, pembentukan ikatan logam-logam sukar untuk unsur-unsur ini. Senyawa organologam
logam-logam ini diketahui sangat kuat mengaktifkan ikatan C-H dalam hidrokarbon. Logam transisi akhir dalam golongan-golongan sebelah kanan sistem periodik biasanya lunak dan memiliki keaktifan besar pada belerang atau selenium.
Logam transisi blok d yang memiliki orbital s, p, dan d dan yang memiliki n elektron di orbital d disebut dengan ion berkonfigurasi dn. Misalnya, Ti3+ adalah ion d1, dan Co3+ adalah ion d6. Jumlah elektron yang menempati orbital yang terbelah oleh medan ligan (lihat 6.2(a)) disebut dengan pangkat di simbol orbitalnya. Contohnya, suatu ion dengan 3 elektron di t dan 2 elektron di e dinyatakan dengan t3e1.
b Ligan
Senyawa ion logam yang berkoordinasi dengan ligan disebut dengan senyawa kompleks. Sebagian besar ligan adalah zat netral atau anionik tetapi kation, seperti kation tropilium juga dikenal. Ligan netral, seperti amonia, NH3, atau karbon monoksida, CO, dalam keadaan bebas pun merupakan molekul yang stabil, semenatara ligan anionik, seperti Cl- atau C5H5 -, distabilkan hanya jika dikoordinasikan ke atom logam pusat. Ligan representatif didaftarkan di Tabel 6.1 menurut unsure yang mengikatnya. Ligan umum atau yang dengan rumus kimia rumit diungkapkan dengan singkatannya. Ligan dengan satu atom pengikat disebut ligan monodentat, dan yang memiliki lebih dari satu atom pengikat disebut ligan polidentat, yang juga disebut ligan khelat. Jumlah atom yang diikat
pada atom pusat disebut dengan bilangan koordinasi.
c Bilangan koordinasi dan struktur
Senyawa molekular yang mengandung logam transisi blok d dan ligan disebut senyawa koordinasi. Bilangan koordinasi ditentukan oleh ukuran atom logam pusat, jumlah elektron d, efek sterik ligan. Dikenal kompleks dengan bilangan koordinasi antara 2 dan 9. Khususnya kompleks bilangan koordinasi 4 sampai 6 adalah yang paling stabil secara elektronik dan secara geometri dan kompleks dengan bilangan koordinasi 4-6 yang paling banyak dijumpai  dengan berbagai bilangan koordinasi dideskripsikan.


Kompleks berbilangan koordinasi dua
Banyak ion yang kaya elektron d10, misalnya: Cu+, Ag+, dan Au+, membentuk kompleks linear seperti [Cl-Ag-Cl]- atau [H3N-Au-NH3]-. Kompleks dengan valensi nol [Pd(PCy3)2] dengan ligan yang sangat meruah trisikloheksilfosfin juga dikenal. Umumnya, kompleks berkoordinasi 2 dikenal untuk logam transisi akhir.
Kompleks berbilangan koordinasi tiga
Walaupun [Fe{N(SiMe3)3}3] adalah salah satu contoh, komplek dengan bilangan koordinasi 3 jarang diamati.
Kompleks berbilangan koordinasi empat
Bila empat ligan berkoordinasi pada logam, koordinasi tetrahedral (Td) adalah geometri yang paling longgar, walaupun sejumlah kompleks bujur sangkar (D4h) juga dikenal. [CoBr4]2-, Ni(CO)4, [Cu(py)4]+, [AuCl4]- adalah contoh-contoh kompleks tetrahedral. Ada beberapa kompleks bujur sangkar dengan ligan identik, seperti [Ni(CN)4]2-, atau [PdCl4]2-. Dalam kasus kompleks ligan campuran, sejumlah kompleks bujur sangkar ion d8, Rh+, Ir+, Pd2+, Pt2+, dan Au3+, telah dilaporkan. Contohnya termasuk [RhCl(PMe3)3], [IrCl(CO)(PMe3)2], [NiCl2(PEt3)2], dan [PtCl2(NH3)2] (Et =C2H5). Isomer geometrik cis dan trans mungkin diamati pada senyawa kompleks dengan dua jenis ligan, dan pertama kali dicatat oleh A. Werner ketika mensintesis senyawa berkoordinat 4 [PtCl2(NH3)2]. Karena kompleks tetrahedral tidak akan menghasilkan isometri geometri, Werner menyimpulkan bahwa senyawa kompleksnya adalah bujur sangkar. Baru-baru ini cis-[PtCl2(NH3)2] (cisplatin) telah digunakan untuk terapi tumor dan dan patut dicatat bahwa yang aktif hanyalah isomer cis.

Kompleks berbilangan koordinasi lima
Contoh kompleks berbilangan koordinasi lima adalah trigonal bipiramidal (D3h) Fe(CO)5 atau piramida bujur sangkar (C4v) VO(OH2)4. Dulunya, kompleks berbilangan koordinasi lima jarang namun jumlahnya kini meningkat. Perbedaan energi antara dua modus koordinasi (nbipiramida dan piramida bujursangakar, pentj) ini tidak terlalu besar dan transformasi struktural mudah terjadi. Misalnya, struktur molekular dan spektrum Fe(CO)5 konsisiten dengan struktur bipiramid
trigonal, tetapi spektrum NMR 13C menunjukkan satu sinyal pada suhu rendah, yang mengindikasikan bahwa ligan karbonil di aksial dan ekuatorial mengalami pertukaran dalam skala waktu NMR (10-1~10-9 s). Transformasi struktural berlangsung melalui struktur piramid bujur sangkar dan mekanismenya dikenal dengan pseudorotasi Berry.

Kompleks berbilangan koordinasi enam
Bila enam ligan berkoordinasi dengan atom pusat, koordinasi oktahedral (Oh) yang paling stabil dan mayoritas kompleks memiliki struktur oktahedral. Khususnya, ada sejumlah kompleks Cr3+ dan Co3+ yang inert pada reaksi pertukaran ligan, dinyatakan dengan [Cr(NH3)6]3+ atau [Co(NH3)6]3+. Keduanya khususnya penting dalam sejarah perkembangan kimia koordinasi.
[Mo(CO)6], [RhCl6]3-, dsb. juga merupakan kompleks oktahedral. Dalam kasus ligan campuran, isomer geometri cis- dan trans-[MA4B2] dan mer- dan fac-[MA3B3], dan untuk ligan khelat Δ-[M(AA) 3] dan Λ-[M(A-A)3] isomer optik, mungkin terjadi. Struktur oktahedral menunjukkan distorsi tetragonal (D4h), rombik (D2h), trigonal (D3h) yang disebabkan efek elektronik atau sterik. Distorsi
tetragonal [Cr(NH3)6]3+ oleh faktor elektronik adalah contoh khas efek Jahn-Teller.
Atom dengan koordinasi enam dapat berkoordinasi prisma trigonal. Walaupun koordinasi ini diamati di [Zr(CH3)6]2- atau [Re{S2C2(CF3)2}3], kompleks logam jarang berkoordinasi prisma trigonal karena koordinasi oktahedral secara sterik lebih natural. Walaupun demikian telah lama dikenal bahwa belerang di sekitar logam adalah prisma trigonal dalam padatan MoS2 dan WS2.
Kompleks berbilangan koordinasi lebih tinggi dari enam

Ion logam transisi deret kedua dan ketiga kadang dapat mengikat tujuh atau lebih ligan dann misalnya [Mo(CN)8]3- atau [ReH9]2-. Dalam kasus-kasus ini, ligan yang lebih kecil lebih disukai untuk menurunkan efek sterik.

Kimia organologam logam blok d

Kimia organologam logam transisi masih relatif baru. Walaupun kompleks etilena platina yang disebut dengan garam Zeise, K[PtCl3(C2H4)], tetrakarbonilnikel, Ni(CO)4, dan pentakarboniliron, Fe(CO)5, yang kini diklasifikasikan senyawa organologam, telah dipreparasi di abad ke-19, ikatan dan strukturnya waktu itu belum dikeahui. Riset W. Hieber dkk pada senyawa karbonil logam merupakan penanda penting di tahun 1930-an, tetapi hasil-hasil studi ini sangat terbatas karena analisis struktur yang belum berkembang pada waktu itu.
Penemuan ferosen, Fe(C5H5)2, di tahun 1951 merupakan fenomena penting dalam kimia organologam. Modus ikatan yang sangat unik dalam senyawa ini menjadi sangat jelas terlihat dengan hasil analisis struktural kristal tunggal sinar-X, spektrum NMR, spektrum IR, dsb; dan merupakan titik awal perkembangan selanjutnya di bidang ini. Merupakan penemuan besar bahwa ferosen menunjukkan kestabilan termal yang tinggi walaupun ada anggapan umum ikatan logam transisi-karbon akan sangat tidak stabil. Namun dengan jelas ditunjukkan bahwa senyawa ini memiliki struktur berlapis dengan lima atom karbon gugus siklopentadienil terikat secara simultan.

    V.            Alat dan Bahan

a)      Tabung reaksi
b)      Gelas ukur
c)      Bunsen
d)     Pipet tetes
e)      0,2 gram K2Cr2O7
f)       0,5 gram serutan Zn
g)      10 M HCl
h)      5 ml CH3COONa
i)        0,5 gram asam oksalat
j)        1 M K2CrO4
k)      2,5 M H2SO4
l)        5 M NaOH
m)    5 M HCl
n)      0,2 M AgNO3
o)      Na2S2O3
p)      KMnO4

 VI.            Cara kerja
 Golongan Cr
1.      Kedalam campuran 1 tetes larutan 1 M K2CrO4, 1 tetes 2,5 M H2SO4, 3 ml air dan 3 ml amil alcohol eter, ditambahkan 3 tetes larutan 10 % H2O2.
2.      Larutan K2CrO4 1 M,1 ml diasamkan dengan 1 ml 2,5 M H2SO4 kemudian 1 ml larutan 10 % H2O2 tambahkan sebelum dihangatkan.
3.      Larutan K2CrO4 1 M,1 ml diasamkan dengan 1 ml 2,5 M H2SO4. Setelah dipanaskan larutan ini kemudian diairi gas H2S.
4.      Kedalam larutan K2CrO4 1 M,1 ml ditambahkan 0,5 gram asam oksalat, kemudian campuran dipanaskan.
5.      Kedalam 0,2 gram K2Cr2O7 ditambahkan 0,5 gram serutan Zn dan 5 ml 10 M HCl hingga larutan berwarna biru. Fitratnya ditambahkan kedalam larutan jenuh 5 ml CH3COONa.
Golongan Mn
1.      Kedalam larutan KMnO4 tambahkan larutan H2SO4 setelah itu tambahkan larutan jenuh NH4Cl dan 5 m NaOH, kemudian dibagi dua bagian (a dan b) dan masing-masing dilakukan perlakuan sebagai berikut: tambahkan larutan H2O2, aliri gas dan asamkan dengan 5 M HCl.
2.      Kedalam 3 tetes larutan KMnO4 tambahkan 1 ml larutan 5 M H2SO4 3 tetes larutan 0,2 M AgNO3 dan sedikit Na2S2O3 , kemudian dipanaskan.
3.      Empat tetes larutan KMnO4 diasamkan dengan 1 ml larutan 2,5 M H2SO4, kemudian diuji dengan H2O2.
4.      Tiga tetes larutan KMnO4 diasamkan dengan 1 ml larutan 5 H2SO4, kemudian diuji dengan Na2S2O3.
5.      Kedalam 4 tetes larutan KMnO4 tambahkan 1 ml iar dan beberapa tetes MnSO4
6.      Satu gram KMnO4 dipanaskan dengan 2 ml larutan 10 M NaOH kemudian larutkan dan asamkan dengan H2SO4.
7.      Satu Kristal KMnO4 diletakkan diatas nyala Bunsen, dinginkan , kemudian larutkan kedalam 3 ml air.

VII.            Hasil pengamatan
Cromium
No
Cara kerja
Pengamatan
1.







2.





3.


4.




5.
K2CrO4 (kuning) + H2SO4 (bening) + air






K2CrO4 (kuning) + H2SO4 (bening) +1 ml 10 % H2O2.

ss


Tidak dilakukan


Larutan K2CrO4 (kuning) + 0,5 gram asam oksalat lalu dipanaskan



0,2 gram K2Cr2O7 ditambahkan 0,5 gram serutan Zn dan 5 ml 10 M HCl Fitratnya ditambahkan kedalam larutan jenuh 5 ml CH3COONa.

Larutan K2CrO4 + H2SO4 menjadi berwarna orange + 3 ml air larutan berwarna kuning bening + 3 ml alcohol menjadi 2 fase, bagian atas bening, bagian bawah kuning.+ H2SO4 larutan H2SO4 turun kebawah, berwarna kuning.

Larutan K2CrO4 + H2SO4 berwarna orange. Ditambah H2O2 larutan berwarna orange tetapi lebih memudar. Dipanaskan kembali kewarna awal




Asam oksalat larut sebagian dalam larutan K2CrO4 , setelah dipanaskan warna nya menjadi hijau kehitaman, asam oksalat larut seluruhnya.

0,2 gram K2Cr2O7 ditambahkan 0,5 gram serutan Zn dan 5 ml 10 M HCl larutan berwarna hijau tua bening, diambil fitratnya + CH3COONa. Larutan menjadi dua bagian  atasnya berwarna hijau pekat dan bagian bawah berwarna hijau bening dan ada gas (bau yang menyengat)


Mangan

No
Cara kerja
Pengamatan
1.





2.





3.




4.



5.

6.




7.
Larutan KMnO4 + H2SO4 + NH4Cl dan 5 m NaOH, dibagi dua bagian
a.tambahkan larutan H2O2,
b.aliri gas dan asamkan dengan 5 M HCl

3 tetes  KMnO4 (ungu)
+ 1 ml 5 M H2SO4 (bening) + 0,2 AgNO3 + Na2S2O3, lalu dipanaskan



KMnO4 (ungu) + 1ml 2 M H2SO4( bening),lalu diuji dengan H2O2



KMnO4+1ml 5 M H2SO4 (bening) diuji dengan Na2S2O3 (bening)


Tidak dilakukan

1 gram KMnO4 + 2 ml 10 M NaOH lalu dipanaskan + H2SO4



Kristal KMnO4 dipanaskan   didiginkan + 3ml air
KMnO4 + H2SO4 + NH4Cl larutan ungu kecoklatan.
  1. + H2O2 larutan warnanya lebih coklat
  2. Tidak dilakukan

KMnO4 + H2SO4 + AgNO3 larutan berwarna ungu + Na2S2O3 larutan menjdi bening dan ada endapan. Setelah dipanaskan larutan tetep bening ada endapan berkurang.

KMnO4 + H2SO4 larutan berwarna ungu ditambah H2O2 larutan dibagian bawah berwarna kecoklatan.

KMnO4 + H2SO4 larutan berwarna ungu + Na2S2O3 larutan berwarna putih susu dan ada endapan putih.



KMnO4 (ungu)+ NaOH(bening) larutan berwarna ungu,dipanaskan dan + H2SO4 larutan ungu kehitaman dan berbau menyegat.

KMnO4 (ungu)dipanaskan serbuk menjadi hitam pekat didinginkan + 3ml air larutan menjadi ungu pekat

  1. Mekanisme reaksi
Kromium
CrO42- (aq)  + 2H+ (aq) + 2H2O2 (aq) -> CrO5 (aq) 3H2O (aq)
4CrO5 (aq) + 12H+ -> 4Cr3+ + 7O2+6H2O
K2CrO4 (aq) + (COOH)2 -> 2K+ + CrO42- + 2 CO2 dipanaskan + 2H2O
K2Cr2O7 + Zn + HCl  + CH3COONa.
Cr2O72-(s)+ Zn (s)( tidak bereaksi)
K2Cr2O7 + Zn + 14 HCl  -> 2Cr3 (aq) + 2K+(aq) +8 Cl- (aq) + 7H2O(aq) + Zn2+ (aq) + 3Cl2(g) 
Cr2O72-(aq) + 4 Na+ + H2O (aq) -> 2 NaCrO4 (aq) + 2H+
Mangan
2 MnO4- (aq) + 5H2O2 (aq) 6H+ (aq) ->5O2 (g) + 2Mn2+ (aq) + 8H2O (aq)
2 K MnO4 (aq) + H2SO4 (aq) -> Mn2O7 (aq) + 2 K+ + SO42- (aq) + Caq)
K MnO4(aq) + H2O (l) -> K+ (aq) + MnO4- (aq)
MnO4- (aq)  + 2 MnO2 (S) + H2O (aq) -> 2 MnO4- (aq) + H2O (aq)
4 MnO4- (aq) + 4 OH- (aq) -> MnO4-2 + H 2O + O2
MnO4-2 + 3H2SO4 -> MnO4- (aq) + MnO2(s) + 2 H+(aq) + SO4 2-+ 2H2O
2 K MnO4(s) -> K MnO4(s) + MnO2(s) + O2(g)
K2 MnO4(s) + H2O(aq) -> 2 K+ (aq) + MnO42-(aq)
  1. Pembahasan
Percobaan kromium
1. Berdasarkan hasil pengamatan K2CrO4 yang berwarna kuning,direaksikan dengan H2SO4 yang tak berwarna.larutan bercampur menjadi warna orange. Ketika ditambahkan amil alcohol larutan tidak bercampur, setelah ditambahkan 3 tetes H2O2 larutan terpisah menjadi dua fase,bagian atas bening dan bagian bawah berwarna kuning dan larutan H2O2 turun kebawah  larutan berwaran kuning.
Berdasarkan referensi, dengan mengasamkan larutan dengan asam sulfat encer, amil alcohol dan menambahkan sedikit hydrogen peroksida, terbentuklah pewarnaan biru pada diekstraksi kedalam fase organic dengan mengocok berlahan-lahan. Karena kedua gugus peroksida, senyawa ini sering disebut kromium peroksida.dalam larutan air warna biru memudar dengan cepat, karena kromium pentoksida terursi menjadi kromium (III) dan oksigen.stabilitas yang meninkat dalam larutan amil alcohol,dan seterusnya disebaban oleh terbentuknya kompleks dengan senyawa yang mengandung oksigen.
2. Berdasarkan hasil pengamatan ketika K2CrO4 yang berwarna kuning , ditambahkan asam sulfat menjadi larutan berwarna orange, ketika ditambahkan H2O2 larutan berwaran orange tetapi lebih memudar. Ketika dipanaskan warna larutan kembali berwarna orange.
Berdasarkan referensi.jika larutan kromat diolah dengan hydrogen peroksidadiperoleh larutan kromium pentoksida yang biru tua. Larutan biru ini sangat tidak stabil dan terurai ,menghasilkan oksigen dan larutan garm kromium (III) yang hijau.
3. Berdasarkan hasil pengamatan, ketika K2CrO4 yang berwarna kuning ditambahkan asam oksalat yaitu serbuk putih, larutan menjadi warna merah bata dan larut sebagian, kemudian dipanaskan larutan menjadi warna hijau kehitaman dan larut secara sempurna.tidak terjadi endapan, dan larutan akan menghasilkan gas yaitu gas CO2.
4. Ketika K2Cr2O7 ditambahkan dengan  Zn yang berwarna abu-abu tidak terjadi reaksi  , namun setelah ditambahkan HCl. K2Cr2O7 dan Zn larut seta ada gelembung-gelembung gas. Larutan menjadi hijau tua dan setela ditambahkan CH3COONa larutan menjadi dua bagian dibagian atas warna larutannya berwarna hijau pekat, dan dibagian bawah nya berwarna hijau bening, dan ada bau yang menyengat.
Berdasarkan referensi yaitu reduksi kromat atau dikromat padat dengan asam klorida pekat. Pada pemanasan suatu kromat atau dikromat padat dengan asam klorida pekat,klor dilepaskan dan dihasilkan suatu larutan yang mengandung ion kromium (III)
Percobaan mangan
1. KMnO4 yang berwarna ungu ditambahkan dengan H2SO4 setelah diasamkan dengan H2SO4 larutan berubah menjdi warna ungu yang tidak terlalu pekat dan ditambahkan H2O2 menjadi dua fase yaitu bagian bawah ungu pekat dan bagian atas ungu bening lama kelamaan larutan berubah menjadi warna coklat.
Berdasarkan referensi bahwa penambahan reagensia ini kepada larutan kalium permanganat yang telah diasamkan dengan asam sulfat pekat mengakibatkan warna menjadi hilang dan melepaskan oksigen yang murni (mengandung air).
2.  KMnO4 ditambahkan H2SO4 larutan menjadi warna ungu dan tidak terlalu pekat dan setelah ditambahkan Na2S2O3 terdapat dua fase yaitu bagian bawah ungu dan diatas tidak berwarna.
Berdasarkan referensi permanganate larut dalam reagensia ini dengan menghasilkan suatu larutan hijau, yang mengandung heptoksida (anhidrida permanganate), larutan ini bias meledak dengan spontan pada suhu biasa dan ledakan yang sangat hebat mungkin terjadi pada pemanasan.
3. KMnO4 ditambahkan H2SO4 larutan berwarna ungu dan ketika larutan ditambahkan H2O2 terdapat 2 fase bagian bawah larutan berwarna kecoklatan dan bagian atas berwarna ungu.
Berdasrakan referensi semua permanganate larut dalam air dan membentuk larutan berwarna ungu.
4. KMnO4 ditabahkan larutan  H2SO4 larutan berwarna ungu dan ketika ditambahkan larutan Na2S2O3 warna larutan berubah menjadi warna putih susu dan ada endapan putih.
5. Tidak dilakukan percobaan.
6. KMnO4 ditambahkan dengan 10 M NaOH larutan berwarna ungu setelah dipanaskan membentuk gumpalan ungu kehitaman, setelah ditambahkan H2SO4 gumpalan menjadi melarut ada gelembung-gelembung dan ada berbau menyengat.
Berdasarkan referensi menyatakan bahwa dengan memanaskan larutan pekat kalium permanganate dengan larutan pekat natrium hidroksida, dihasilkan sesuatu larutan kalium permanganate yang hijau dan dilepaskan oksigen. Bila larutan manganat ini dituangkan dalam air dengan volumenya besar, atau diasamkan dengan asam sulfat encer, warna ungu dari kalium permanganate kembali dan mangan dioksida mengendap.
7.  KMnO4 berwarna hitam ungu dipanaskan dengan Kristal menjadi berwarna hitam pekat dan menjadi sebuk dan ditambahkan dengan air larutan menjadi berwarna ungu pekat.
Berdasarkan referensi, bila kalium permanganate dipanaskan dalam tabung reaksi. Melepaskan oksigen yang murni dan tertinggal suatu residub hitam, kalium manganat, dan mangan dioksida setelah diektraksi dengan air diperoleh larutan kalium manganat.
















  1. Kesimpulan
1.      Logam-logam transisi seri pertama (3d),(4d),dan (5d) menunjukkan sifat-sifat kimiawi yang berdekatan dalam periodenya dan kemiripan maupun perbedaan yang khas ditunjukkan oleh kelompok golongannya.
2.      Zat-zat berwarna yang menghasilkan larutan kuning bila larut dalam air adalah kromat logam.
3.      Kebanyakkan kromat logam-logam lain tak larut dalam air, natrium,kalium dan ammonium dikromat larut dalam air.
4.      Pemanasan dikromat padat dengan asam klorida pekat akan membebaskan klor dan menghasilkan suatu larutan yang mengandunn kromium.
5.      Permanganate larut dalam air, dan membentuk larutan berwarna ungu.
6.      Kalium permanganate jika dipanaskan akan melepaskan oksigen yang murni dan tertinggal suatu residu hitam, kalium manganat, dan managan dioksida.