:)

sunday, Dec . 12th. 10


    Bissmillah....
Panas terik begitu menyengat siang ini. membuat ku semakin malas untuk keluar kamar, dan memilih bersantai di kamar sambil mengetik beberapa kata ini...
   KESALAHAN, KEINGINAN, KEBENARAN, PERJUANGAN DAN PERSAUDARAAN.
Kesalahan
  " Begitu banyak kesalahan yang telah ku lakukan tetapi dengan itu juga ku banyak belajar."
Keinginan
  "Keinginan ku yang pernah ku pinta tanpa ku sadari perlahan-lahan terwujud"
Kebenaran
  "Ku yakin bahwa jalan yang ku pilih adalah yang yang memang Engkau berikan padaku"
Perjuangan
"Perjuanganku baru akan dimulai "
Persaudaraan
"Persaudaraan yang akan menguatkanku"


.........................................................................................................................................................................

It's My Life

Jalan yang ku pilih dalah sebuah jalan panjang yang penuh dengan segala macam halangan, rintangan dan godaan. jalan yang sulit tapi begitu indah. indah dengan segala hikmah di sekitarnya, indah dengan segala manfaat. karena begitu sulitnya jalan ini sehingga tak banyak hamba yang mau menempuhnya. Sebuah tujuan mulia dan indah yang menanti di ujung jalan. tak ada kebahagiaan yang di peroleh dengan kemudahan. semua butuh pengorbanan.
Tapi kenapa ku pilih jalan ini?? dan sejak kapan ku mulai berjalan??
mungkin alasan ku pilih jalan ini adalah karena Nya. karena sesulit apapun jalan yang ku pulih ini, adalah jalan terbaik dalam hidupku yang telah di takdirkanNya untukku. jalan yang membimbingku untuk bertemu dengan Nya suatu saat ini.

The Miracles of Honey Bee_

25 Keajaiban Lebah Madu
 Lebah madu telah mendiami bumi ini lebih dari 30 juta tahun yang lalu.  Lebah madu adalah serangga yang keistimewaanya tertulis didalam semua kitab suci dan pengobatan -pengobatan kuno.  Lebah madu yang dikenal sebagai Apis mellifera, mempunyai sifat yang sangat jinak dan hal terpenting adalah membantu penyerbukan (pollinators).  Lebah madu adalah menjadi satu-satunya serangga yang menghasilkan makanan (madu, bee pollen, propolis dan royal jelly) yang menyehatkan dan menyembuhkan manusia.  Madu menjadi satu-satunya makanan yang meliputi semua unsur yang diperlukan untuk menopang hidup, mencakup enzim, vitamins, mineral, dan air; dan adalah satu-satunya makanan yang berisi ” pinocembrin”, suatu antioxidant yang meningkatkan fungsi otak.  Bee Pollen sering disebut sebagai inti sari kehidupan, bee pollen ini dikumpulkan lebah dari tepung sari bunga jantan. Tanpa adanya pollenmaka tidak akan ada buah-buhan jadi sangat wajar bee polen dijuluki sebagai superfood atau inti kehidupan.  Dalam Royal jelly mengadung rahasia awet muda. Royal jelly sangat kaya collagen yang berfungsi untuk meremajakan sel-sel tubuh. Usia ratu lebah adalah 40x umur lebah pekerja, ini berkat royal jelly yang dimakannya sebagai sumber rahasia awet muda.  Propolis sebagia super antioksidan yang kaya bioflavanoid, satu tetes bioflavanoid setara dengan 500 jeruk segar. Propolis juga dikenal sebagai anti kanker karena mengandung zat CAPE.  Bisa lebah atau sengatan lebah walaupun sangat berbahaya untuk membunuh musuhnya ternyata juga sangat berkhasiat untuk mengobati manusia seperti sakit rematik dll.  Ruangan sel lebah merupakan ruang paling streril di dunia berkat dilapisi propolis sebagai anti virus, anti jamur dan anti bakteri.  Madu Lebah mempunyai 6 kaki, 2 mata campuran disusun dari beribu-ribu lensa kecil, 3 mata sederhana di atas kepala, 2 pasang sayap, kantong madu, dan perut.  Lebah madu mengepakkan sayapnya sebanyak 11,400 kali per menit,  Lebah madu dapat terbang sejauh 6 mil dari sarangnya, dengan kecepatan setara 15 mil per jam. Sepanjang hidupnya lebah terbang sejauh 90,000 mil atau setara dengan tiga kali keliling bola bumi hanya untuk mendapatkan satu pond madu.  Rata-rata satu lebah madu akan mengumpulkan hanya madu sebanyak 1/12 sendok teh seumur hidupnya .  Untuk menghasilkan 1 pon madu diperlukan sekitar 2 juta bunga dan tenaga sekitar 556 lebah pekerja. Satu ons madu yang didapatkan setara dengan penerbangan lebah mengelilingi bumi.  Satu lebah madu akan mengunjungi 50 - 100 bunga dalam satu perjalanan mengumpulkan madu.  Setiap satu koloni lebah madu dihuni sekitar 20,000-60,000 lebah dan dipimpin oleh satu ratu lebah.  Setiap ratu lebah mempunyai bau yang unik sehingga semua lebah dapat mengindentifikasi koloninya sendiri.  Lebah madu pekerja adalah lebah betina yang organ reproduksinya tidak sempurna, hidup berkisar 6-8 minggu dan melalukan semua pekerjaan mulai dari membersihkan sarang, membuat sarang, mengumpulkan madu dll.  Ratu Lebah hidup untuk sekitar 3-5 tahun dan menjadi satu-satunya lebah yang bertelur. Ratu lebah setiap hari bertelor 2500 butir.  Lebah jantan, hidupnya hanya untuk mengawini ratu lebah dan pekerjaan-pekerjaan ringan tidak seperti lebah betina.  Hanya lebah pekerja yang mempunyai sengatan dan mereka akan menyengat jika merasa terancam. Sekali menyengat lebah akan langsung mati. Ratu mempunyai alat penyengat, tapi tidak untuk membantu mempertahankan.  Lebah madu berkomakunikasi dengan satu sama lain dengan cara ” menari”.  Lebah madu adalah makhluk yang sangat terorganisir dan bisa menjadi teladan dalam kehidupan manusia.  Lebah adalah makhluk yang mendapatkan wahyu untuk menghasilkan makanan yang menyembuhkan manusia.  Keistimewaan lebah madu jelas sekali tertulis dari dalam Al-Qur’an dan Rasullullah juga sangat mengajurkan meminum madu. Ini beberapa cuplikan hadist: Nabi Muhammad SAW bersabda: “Barangsiapa minum madu setiap bulan dengan niat melakukan nasehat Al-Qur’an, maka Allah SWT akan menyembuhkannya darinya 77 penyakit”.  Nabi Muhammad SAW bersabda: “Barangsiapa ingin memiliki hafalan yang kuat hendaklah dia meminum madu”.  Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sebaik-baik minuman ialah madu karena dia dapat mengkonsentrasikan hati dan menghilangkan dingin yang ada di dalam dada”. Dari Imam Ali a.s. beliau bersabda: “Madu adalah obat dari segala penyakit, tiada penyakit di dalamnya, ia dapat menghilangkan lendir dan membersihkan hati”
PEMISAHAN CAMPURAN YANG TIDAK SALING CAMPUR LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I PERCOBAAN III PEMISAHAN CAMPURAN YANG TIDAK SALING CAMPUR NAMA : ANNISA SYABATINI NIM : J1B107032 KELOMPOK : 5 ASISTEN : PUSPARINI PROGRAM STUDI S-1 KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARBARU 2008 PERCOBAAN III PEMISAHAN CAMPURAN YANG TIDAK SALING BERCAMPUR I. TUJUAN PERCOBAAN Tujuan percobaan praktikum ini adalah untuk memahami fenomena perpindahan massa di antara dua cairan yang tidak saling campur dan memahami sifat-sifat kelarutan senyawa-senyawa organik. II. TINJAUAN PUSTAKA Ekstraksi campuran-campuran merupakan suatu teknik dimana suatu larutan (biasanya dalam air) dibuat bersentuhan dengan suatu pelarut kedua (biasanya organik), yang pada hakikatnya tidak tercampurkan dengan yang pertama, dan menimbulkan perpindahan satu atau lebih zat terlarut (solut) ke dalam pelarut kedua itu. Untuk suatu zat terlarut A yang didistribusikan antara dua fasa tidak tercampurkan a dan b, hukum distribusi (atau partisi) Nernst menyatakan bahwa asal keadaan molekulnya sama dalam kedua cairan dan temperatur adalah konstan : Dimana KD adalah sebuah tetapan, yang dikenal sebagai koefisien distribusi (atau koefisien partisi) (Basset, 1994). Hukum distribusi atau partisi dapat dirumuskan: bila suatu zat terlarut terdistribusi antara dua pelarut yang tidak dapat campur, maka pada suatu temperatur yang konstan untuk setiap spesi molekul terdapat angka banding distribusi yang konstan antara kedua pelarut itu, dan angka banding distribusi ini tidak tergantung pada spesi molekul lain apapun yang mungkin ada. Harga angka banding berubah dengan sifat dasar pelarut, sifat dasar zat terlarut, dan temperatur (Svehla, 1990). Hukum ini dalam bentuk yang sederhana, tidak berlaku bila spesi yang didistribusikan itu mengalami disosiasi atau asosiasi dalam salah satu fasa tersebut. Pada penerapan praktis ekstraksi pelarut ini, terutama kalau kita perhatikan fraksi zat terlarut total dalam fasa yang satu atau yang lainnya, tidak peduli bagaimanapun cara-cara disosiasi, asosiasi atau interaksinya dengan spesi-spesi lain yang terlarut. Untuk memudahkan, diperkenalkan istilah angka banding distribusi D (atau koefisien ekstraksi E). Dimana lambang CA menyatakan konsentrasi A dalam semua bentuknya seperti yang ditetapkan secara analitis (Basset, 1994). Partisi zat-zat terlarut antara dua cairan yang tidak dapat campur menawarkan banyak kemungkinan yang menarik untuk pemisahan analitis. Bila suatu zat terlarut membagi diri antara dua cairan yang tidak dapat campur, ada suatu hubungan yang pasti antara konsentrasi zat terlarut dalam dua fasa pada kesetimbangan. Suatu zat terlarut akan membagi dirinya antara dua zairan yang tidak dapat campur. Sedemikian rupa sehingga angka banding konsentrasai pada kesetimbangan adalah konstanta pada temperatur tertentu. Disini aA1 menyatakan aktivitas zat terlarut A dalam fasa 1. tetapan sejati KDA disebut koefisien distribusi dari spesies A (Underwood, 1998). Ekstraksi meliputi distribusi zat terlarut diantara dua pelarut yang tidak dapat campur. Pelarut umum dipakai adalah air dan pelarut organik lain seperti CHCl3, eter atau pentana. Garam anorganik, asam-asam dan basa-basa yang dapat larut dalam air bisa dipisahkan dengan baik melalui ekstraksi ke dalam air dari pelarut yang kurang polar. Ekstraksi lebih efisien bila dilakukan berulang kali dengan jumlah pelarut yang lebih kecil daripada jumlah pelarutnya banyak tetapi ekstraksinya hanya sekali (Arsyad, 2001). Tiga metode dasar pada ekstraksi cair-cair adalah ekstraksi bertahap, ekstraksi kontinyu, dan ekstraksi counter current. Ekstraksi bertahap merupakan cara yang paling sederhana. Caranya cukup dengan menambahkan pelarut pengekstraksi yang tidak bercampur dengan pelarut semula kemudian dilakukan pengocokan sehingga terjadi kesetimbangan konsentrasi yang akan diekstraksi pada kedua lapisan, setelah ini tercapai lapisan didiamkan dan dipisahkan (Khopkar, 1990). Kesempurnaan ekstraksi tergantung pada pada banyaknya ekstraksi yang dilakukan. Hasil yang baik diperoleh jika jumlah ekstraksi yang dilakukan berulang kali dengan jumlah pelarut sedikit-sedikit. Hal ini dapat dibuktikan sebagai berikut: Dimana : Wn = W gram zat terlarut yang tersisa setelah n kali ekstraksi W = W gram zat terlarut mula-mula V = V ml larutan fasa 1 D = angka banding distribusi S = S ml pelarut lain fasa 2 yang tidak saling bercampur dengan fasa 1 n = n kali ekstraksi Ini memperlihatkan bahwa ekstraksi sempurna jika S kecil dan n besar. Jadi hasil yang baik diperoleh dengan jumlah ekstraksi yang relatif besar dan jumlah pelarut yang kecil (Khopkar, 1990). III. ALAT DAN BAHAN A. ALAT Alat-alat yang digunakan pada percobaan ini adalah corong pisah 250 ml, erlenmeyer 250 ml, gelas ukur 50 ml, pipet ukur 25 ml, buret 50 ml. B. BAHAN Bahan-bahan yang digunakan pada percobaan ini adalah asam asetat, benzena, kloroform, NaOH, CCl4, indikator pp, dan akuades. IV. PROSEDUR KERJA 1. Memasukkan 20 ml CH3COOH, ke dalam erlenmeyer menambahkan indikator pp tiga tetes, kemudian mentitrasi dengan NaOH 2 N. Mencatat volume awal dan akhir titrasi, mengamati yang terjadi. 2. Memasukkan 20 ml CH3COOH, ke dalam corong pisah 250 ml, menambahkan 20 ml kloroform, mengocok dan mendiamkan sampai terbentuk dua lapisan, kemudian memisahkan. Memasukkan bagian yang merupakan lapisan air ke dalam erlenmeyer dan mengencerkan hingga 100 ml dan menambahkan indikator pp. Kemudian mentitrasi dengan NaOH 2 N. Mencatat volume awal dan akhir titrasi. Mengamati yang terjadi. Melalukan percobaan ini kembali, mengganti kloroform dengan benzena. 3. Memasukkan 20 ml CH3COOH, ke dalam corong pisah 250 ml, menambahkan 10 ml kloroform, mengocok dan mendiamkan sampai terbentuk dua lapisan, kemudian memisahkan. Memasukkan bagian yang merupakan lapisan air ke dalam corong pisah 250 ml, mengocok dan mendiamkan hingga terbentuk dua lapisan. Mengambil dan memasukkan bagian yang merupakan lapisan air ke dalam erlenmeyer, mengencerkan hingga 100 ml dan menambahkan indikator pp. Kemudian mentitrasi dengan NaOH 2 N. Mencatat volume awal dan akhir titrasi. Mengamati yang terjadi. Melalukan percobaan ini kembali, mengganti kloroform dengan benzena. V. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Dan Perhitungan 1. Hasil No. Percobaan Pengamatan 1. 2. 3. 20 ml CH3COOH + indikator pp Dititrasi dengan NaOH 2 N 20 ml CH3COOH + 20 ml kloroform Lapisan air + indikator pp Dititrasi dengan NaOH 2 N 20 ml CH3COOH + 10 ml kloroform Lapisan air + indikator pp Dititrasi dengan NaOH 2 N Warna bening V = 23,7 ml; warna merah muda Warna bening V = 21,4 ml; warna merah muda Warna bening V = 22,7 ml; warna merah muda 2. Perhitungan 2.1. Penentuan koefisien distribusi (Kd) - Untuk asam asetat pada pelarut kloroform dan air a. Menentukan konsentrasi CH3COOH total Diketahui : M NaOH = 0,1 N V NaOH = 23,7 ml V CH3COOH = 20 ml Ditanyakan : M CH3COOH total Jawab : = 0,1185 N b. Menentukan konsentrasi CH3COOH sisa Perhitungan I. Diketahui : M NaOH = 0,1 N V NaOH = 21,4 ml V CH3COOH = 20 ml Ditanyakan : M CH3COOH sisa Jawab : = 0,107 N Perhitungan II. Diketahui : M NaOH = 0,1 N V NaOH = 22,7 ml V CH3COOH = 20 ml Ditanyakan : M CH3COOH sisa Jawab : = 0,1135 N c. Menentukan massa CH3COOH total dalam air Diketahui : M CH3COOH total = 0,1185 N V CH3COOH total = 20 ml = 0,02 L BM CH3COOH = 60 g/mol Ditanyakan : massa CH3COOH total dalam air Jawab : Massa CH3COOH total = (M.V.BM) CH3COOH = 0,1185 N x 0,02 L x 60 g/mol = 0,1422 g d. Menentukan massa CH3COOH sisa dalam air Perhitungan I. Diketahui : M CH3COOH sisa = 0,107 N V CH3COOH sisa = 20 ml = 0,02 L BM CH3COOH = 60 g/mol Ditanyakan : massa CH3COOH sisa dalam air Jawab : Massa CH3COOH sisa = (M.V.BM) CH3COOH = 0,107 N x 0,02 L x 60 g/mol = 0,1284 g perhitungan II. Diketahui : M CH3COOH sisa = 0,1135 N V CH3COOH sisa = 20 ml = 0,02 L BM CH3COOH = 60 g/mol Ditanyakan : massa CH3COOH sisa dalam air Jawab : Massa CH3COOH sisa = (M.V.BM) CH3COOH = 0,1135 N x 0,02 L x 60 g/mol = 0,1362 g e. Menentukan massa CH3COOH dalam CHCl3 Perhitungan I. Diketahui : massa CH3COOH total = 0,1422 g massa CH3COOH sisa dalam air = 0,1284 g Ditanyakan : massa CH3COOH dalam CHCl3 Jawab : Massa CH3COOH (CHCl3) = massa CH3COOH (total – air) = 0,1422 g – 0,1284 g =0,0138 g Perhitungan II. Diketahui : massa CH3COOH total = 0,1422 g massa CH3COOH sisa dalam air = 0,1362 g Ditanyakan : massa CH3COOH dalam CHCl3 Jawab : Massa CH3COOH (CHCl3) = massa CH3COOH (total – air) = 0,1422 g – 0,1362 g = 0,006 g f. Menentukan konsentrasi CH3COOH dalam CHCl3 Perhitungan I. Diketahui : Massa CH3COOH (CHCl3) = 0,0138 g BM CH3COOH = 60 g/mol V CHCl3 = 0,02 L Ditanyakan : M CH3COOH dalam CHCl3 Jawab : = 0,0115 N Perhitungan II. Diketahui : Massa CH3COOH (CHCl3) = 0,006 g BM CH3COOH = 60 g/mol V CHCl3 = 0,02 L Ditanyakan : M CH3COOH dalam CHCl3 Jawab : = 0,005 N g. Menentukan koefisien distribusi (Kd) Perhitungan I. Diketahui : M CH3COOH (CHCl3) = 0,0115 N M CH3COOH (air) = 0,107 N Ditanyakan : M CH3COOH total Jawab : Kd = 0,1075 Perhitungan II. Diketahui : M CH3COOH (CHCl3) = 0,005 N M CH3COOH (air) = 0,1135 N Ditanyakan : M CH3COOH total Jawab : Kd = 0,044 2.2. Penentuan massa zat yang tersisa (Wn) Perhitungan I. - Untuk asam asetat pada pelarut kloroform dan air Diketahui : Wo = 0,1422 g V = 20 ml = 0,02 L S = 20 ml = 0,02 L Kd = 0,1075 n = 1 Ditanyakan : Wn Jawab : = 0,1286 gram Perhitungan II. - Untuk asam asetat pada pelarut kloroform dan air Diketahui : Wo = 0,1422 g V = 20 ml = 0,02 L S = 20 ml = 0,02 L Kd = 0,044 n = 1 Ditanyakan : Wn Jawab : = 0,1362 gram B. Pembahasan Berdasarkan hukum Nernst, jika suatu larutan (dalam air) mengandung zat organik A dibiarkan bersentuhan dengan pelarut organik yang tidak bercampur dengan air, maka zat A akan terdistribusi baik ke dalam lapisan air (fasa air) dan lapisan organik (fasa organik). Dimana pada saat kesetimbangan terjadi, perbandingan konsentrasi zat terlarut A di dalam kedua fasa itu dinyatakan sebagai nilai Kd atau koefisien distribusi (partisi) dengan perbadingan konsentrasi zat terlarut A di dalam kedua fasa organik-air tersebut adalah pada temperatur tetap. Ekstraksi-cair-cair tak kontinyu atau dapat disebut juga ekstraksi bertahap merupakan cara yang paling sederhana, murah dan sering digunakan untuk pemisahan analitik. Ekstraksi bertahap baik digunakan jika perbandingan distribusi besar. Alat pemisah yang biasa digunakan pada ekstraksi bertahap adalah corong pemisah. Caranya sangat mudah, yaitu cukup dengan menambahkan pelarut pengekstraksi yang tidak bercampur dengan pelarut semula, kemudian dilakukan pengocokan sehingga terjadi kesetimbangan konsentrasi zat yang akan diekstraksi pada kedua lapisan. Setelah terbentuk dua lapisan, campuran dipisahkan untuk dianalisis kandungan konsentrasi zat terlarut tersebut. Kesempurnaan ekstraksi bergantung pada banyaknya ekstraksi yang dilakukan. Semakin sering kita melakuka ekstraksi, maka semakin banyak zat terlarut terdistribusi pada salah satu pelarut dan semakin sempurna proses pemisahannya. Jumlah pelarut yang digunakan untuk tiap kali mengekstraksi juga sedikit, sehingga ketika ditotal jumlah pelarut untuk ekstraksi tersebut tidak terlalu besar agar dicapai kesempurnaan ekstraksi. Hasil yang baik diperoleh dengan jumlah ekstraksi yang relatif besar dengan jumlah pelarut yang kecil. Senyawa-senyawa organik, misalnya dalam percobaan ini digunakan asam asetat umumnya relatif lebih suka larut ke dalam pelarut-pelarut organik daripada ke dalam air, sehingga senyawa-senyawa organik mudah dipisahkan dari campurannya yang mengandung air atau larutannya. Metode penentuan koefisien distribusi asam asetat dilakukan dengan penentuan konsentrasi asam asetat baik yang ada dalam fasa air maupun fasa organik. Pelarut organik yang digunakan dalam percobaan ini adalah kloroform, dan CCl4 sedangkan pelarut organik benzena tidak digunakan dalam percobaan ini. Langkah pertama asam asetat dititrasi dengan NaOH 0,1 N menggunakan indikator pp sampai berubah warna dari bening menjadi merah muda. Titrasi ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar massa asam asetat total yang akan terdistribusi pada pelarut organik dan air. Langkah berikutnya, asam asetat diekstraksi dengan mencampurkan pada pelarut organik seperti kloroform, dan CCl4. Ketika dimasukkan ke dalam corong pisah, kedua fasa tersebut tidak saling campur. Campuran ini kemudian dikocok beberapa menit, sehingga mengakibatkan terjadinya distribusi asam asetat ke dalam fasa organik dan fasa air. Fungsi pengocokan disini untuk membesar luas permukaan untuk membantu proses distribusi asam asetat pada kedua fasa. Setelah tercapai kesetimbangan pada corong pisah, campuran kemudian didiamkan dan terbentuk dua lapisan. Pada pelarut kloroform, asam asetat yang larut dalam air akan berada di lapisan atas, sedangkan larutan asam asetat yang larut dalam pelarut kloroform berada pada lapisan bawah. Pada pelarut CCl4, asam asetat yang larut dalam air akan berada di lapisan atas, sedangkan larutan asam asetat yang larut dalam pelarut CCl4 berada pada lapisan bawah. Hal ini terjadi karena perbedaan berat jenis pelarut organik dengan berat jenis air. Larutan asam asetat yang larut dalam air (lapisan airnya) diambil, kemudian dititrasi dengan NaOH 0,1 N dan indikator pp. Pada titik akhir titrasi terjadi perubahan warna dari bening menjadi merah muda. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut : CH3COOH + NaOH CH3COONa + H2O Dari perhitungan diperoleh perbedaan nilai koefisien distribusi asam asetat pada pelarut organik yang berbeda (kloroform, dan CCl4) yang tidak bercampur. Dimana koefisien distribusi pada kloroform lebih besar daripada koefisien distribusi pada CCl4 yaitu berturut-turut sebesar 0,1075 dan 0,044. Perbedaan ini menunjukkan proses ekstraksi cair-cair dengan kloroform memberikan tingkat distribusi asam asetat yang lebih besar daripada kemampuan pelarut lain atau CCl4. Secara teknik, faktor pengocokan sangat penting dan mempengaruhi proses distribusi suatu larutan organik pada pelarut organik dan air yang tidak saling campur. Selain itu, temperatur juga mempengaruhi proses ekstraksi, karena ekstraksi harus dilakukan pada tempertur konstan. Massa asam asetat (CH3COOH) sisa dalam pelarut air adalah sebesar 0,284 g dan 0,1362 g berturut-turut pada pelarut organik yang berbeda yaitu kloroform, dan CCl4. Hal ini menunjukkan, semakin kecil Kd yang dihasilkan akan diperoleh massa zat sisa terlarut pada pelarut air yang besar. VI. KESIMPULAN Kesimpulan yang dapat diambil dari percobaan ini adalah : 1. Teknik pemisahan dua campuran yang tidak saling campur didasarkan pada metode ekstraksi cair-cair tidak kontinyu, dimana kelarutan spesi zat terlarut dalam sistem organik-air tergantung pada kedua jenis pelarut. 2. Teknik pemisahan dua campuran yang tidak saling campur digunakan untuk proses pemisahan suatu cairan organik dari suatu campuran (pelarut organik dan air). 3. Koefisien distribusi adalah perbandingan konsentrasi zat terlarut dalam fasa pelarut organik dengan konsentrasi terlarut dalam air. 4. Koefisien distribusi (Kd) pada kloroform (CHCl3) adalah sebesar 0,1075 dan koefisien distribusi pada karbon tetraklorida (CCl4) adalah sebesar 0,044. 5. Massa asam asetat (CH3COOH) sisa dalam pelarut air adalah sebesar 0,284 g dan 0,1362 g berturut-turut pada pelarut organik yang berbeda yaitu kloroform dan CCl4. 6. Semakin kecil Kd yang dihasilkan akan diperoleh massa zat sisa terlarut pada pelarut air yang besar. DAFTAR PUSTAKA Arsyad, M. N. 1997. Kamus Kimia Arti dan Penjelasan Istilah. Gramedia. Jakarta. Basset, J. dkk. 1994. Buku Ajar Vogel Kimia Analisis Kuantitatif Anorganik. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta. Khopkar, S. M. 1990. Konsep Dasar Kimia Analitik. Universitas Indonesia Press. Jakarta. Svehla, G. 1985. Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Mikro dan Semimikro. PT. Kalman Media Pustaka. Jakarta. Underwood, A. L dan Day A. R. 1990. Analisis Kimia Kuantitatif Edisi Kelima. Penerbit Erlangga. Jakarta

Q

02 Ramadhan 1431H Bismillahirahmanirrahim. malam ini adalah malam kedua bulan ramadhan. hemmm,,,, astagfirulahhalazim. ya rabbi ntah apa yang telah Q lakukan sehingga Q merasa tak enak hati. ya mgkin Q telah berbuat salah. tapi apakah Q tak pantas menerima maaf??!! bukankah semua manusia tak ada yang sempurna, semua pasti melakukan kesalahan. bahkan rasulullah pun pernah melakukan kesalahan. ya rabbku semoga ini adalah ujian yang berikan padaku, agar aku dapat mengambil banyak pelajaran di bulan suciMu ini. mgkin baiknya untuk sementara ini, Q harus menghilang dahulu sampai situasi kembali normal. tapi Q lakukan ini karena Q ingin menginstropeksi diriku sendiri.

Catatan

Banyak temen-temenku yang bilang kalo aku tuh orang nya cuek banget. setelah ku fikir2 ternyata emang iya, ku tuh cuek ma orang terutama yang belum ku kenal deket. kadang aku ngerasa ngak enak ma sifat ku ini. kadang juga ku berfikir untuk merubah sikapku ini, karena kalo aku ngak peduli ma orang,orang juga ngak akan peduli ma aku. tapi setelah ku coba, ternyata ku ngak bisa merubah sifatku ini. merubah sifatku ini malah membuatku tersiksa, ku ngerasa udah menipu diriku sendiri dengan berusaha menjadi orang lain. padahal setiap manusia diciptakan dengan segala kelebihan dan kekurangan. ku berfikir kenapa aku ngak bisa menerima kekurangan ku ini???? Mulai saat ini aku putuskan untuk menerima semua apa yang ada pada diriku. tak perlu menjadi orang lain agar orang lain bisa menerima kita. tetep jadi diri sendiri. Semoga suatu saat ada seseorang yang juga bisa menerima dan memahami diriku apa adanya.

makalah BEMU

Apatisme Akut Mahasiswa
"Antara kuliah dan Organisasi"
Pengertian Organisasi Organisasi menurut Prof. Dr. Mr Pradjudi Armosudiro mengatakan “organisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu. Organisasi menurut Prof Dr. Sondang P. Siagian, mendefinisikan “ organisasi ialah setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja bersama serta secara formal terikat dalam rangka pencapaian suatu tujuan yang telah ditentukan dalam ikatan yang mana terdapat seseorang / beberapa orang yang disebut atasan dan seorang / sekelompok orang yang disebut dengan bawahan.” Organisasi menurut kelompok kami “ Sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok, yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama secara terikat antara anggotanya dalam rangka mencapai tujuan bersama, dengan mendayagunakan sumber daya yang dimiliki. Adapun ciri-ciri dari organisasi adalah - Adanya komponen ( atasan dan bawahan) - Adanya kerja sama (cooperative yang berstruktur dari sekelompok orang) - Adanya tujuan - Adanya sasaran - Adanya keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati - Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas Pengertian Studi Orientasi Suatu Pemikiran yang mengutamakan bahwa belajar menuntut ilmu akademik adalah hal yang terpenting dalam hidupnya sehingga sepanjang hidupnya mengutamakan menjenjang pendidikan setinggi tingginya. Paham yang menitikberatkan pada orientasi mengejar nilai yang setinggi tingginya dan mengenyampingkan hal-hal yang di anggap menghalangi prestasi belajar. Kelebihan Orang Orang Yang Berorganisasi : 1.melatih diri dalam bermasyarakat dan organisasi 2.belajar berbicara di depan orang banyak 3.Problem Solving 4.belajar memanajemen 5.memiliki banyak temen 6.mengenal karakter orang lain 7.Belajar Bekerja sam Dalam Tim 8.mengasah kemampuan dlm kepemimpinan manfaat organisasi tidak akan terasa sekarang, tapi nanti............ Kelebihan Orang Orang Yang Studi Orientasi Saja : 1.Kemampuan Akademik 2.Memiliki Wawasan Yang Luas 3.Menguasai IPTEK Mengapa mahasiswa takut dan apatis terhadapa organisasi di kampus ? Hal ini disebabkan karena ketidaktahuan mereka terhadap manfaat-manfaat yang dapat di peroleh melalui kegiatan organisasi, dengan alasan kalo bergabung dengan organisasi maka waktu belajar mereka di kampus akan terganggu otomatis indeks prestasi akademik mereka akan terganggu dan absent kelas pun banyak yang kosong akibat kesibukan di organisasi. Namun hal ini tidaklah wajar di jadikan sebagai alasan kenapa mereka memilih apatis terhadap organisasi, karena di dalam organisasi inilah kita dapat di tuntut untuk belajar memanajemen waktu dan organisasi tidaklah memaksa anggotanya untuk meninggalakan kuliah mereka dengan alasan demi kemajuan organisasi maupun rasa sence of belongins. Banyak sekali pelajaran dan pendidikan yang didapatkan dalam berorganisasi.Didalam organisasi kita bisa belajar disiplin,menghargai waktu,menghargai orang lain,kita dapat mempelajari teknik berkomunikasi dan bersosialisasi dengan berbagai macam tipe manusia dan budaya yang kelak akan berguna bagi diri kita,kita juga dapat mengaplikasikan segala ilmu yang telah kita dapatkan,implementasi ilmu dalam bentuk konkrit bukan sekedar teori dan masih banyak lagi manfaat organisasi. Positifnya bisa saling bertukar pikiran antar sesama mahasiswa, melatih kepercayaan diri, meningkatkan solidaritas, memupuk rasa tanggung jawab dan dengan berorganisasi, maka para mahasiswa akan mampu dan lebih siap untuk menghadapi kehidupan yang sebenarnya, kehidupan setelah lulus dan berhadapan dengan masyarakat. Antara IPK Dan Organisasi Mana Yang Paling Penting ? Antara IPK tinggi dan Organisassi Mahasiswa, keduanya sama-sama berguna bagi tiap mahasiswa karena keduanya mempunyai tujuan yang positif bagi mahasiswa. IPK Tinggi dan Organisasi salin berhubungan erat dalam menempuh kesuksesan seorang mahasiswa. IPK Tinggi sangat berguna jika mahasiswa ingin melamar pekerjaan sesuai bidangnya, kemungkinan besar mereka akan diterima disetiap pekerjaan yang diminati. Organisasi Kemahasiswaaan juga sama pentingnya dengan IPK tinggi. Dilihat dari fungsinya bahwa organisasi ini merupakan bentuk manifestasi penyiapan diri mahasiswa untuk menjadi Agent Of Change setelah menyelesaikan studi hingga kembali ke masyarakat. Dengan berorganisasi kita akan mendapat berbagai pengalaman, pengetahuan serta channels untuk kedepannya nanti setelah lulus. Dizaman sekarang ini channels sangat membantu untuk melangkah kedepan. Kita dapat lebih mudah mendapat pekerjaan yang sesuai dengan bidang kita jika kita mempunyai IPK Tinggi dan channel. Banyak orang berpikir, dengan berorganisasi, waktu belajar dan bermain kita akan berkurang sehingga prestasi bisa merosot. Ini adalah pemikiran yang sangat salah. Justru dengan berorganisasi, kita dilatih untuk bisa membagi waktu secara proposional antara organisasi, belajar, dan mungkin waktu refreshing kita. Dan dengan pembagian waktu yang ketat, otomatis diri kita akan berkonsentrasi penuh dalam setiap kegiatan kita. Sehingga dengan berorganisasi, selain kita mendapatkan pengalaman-pengalaman yang sangat berharga, prestasi kita pun bisa ikut meningkat. Manfaat yang paling penting dalam berorganisasi adalah menumbuhkan sense of  leadership. Kepemimpinan adalah faktor yang sangat penting dalam kehidupan seorang manusia. Karena, seorang manusia pasti akan menjadi pemimpin, minimal memimpin dirinya sendiri. Lebih-lebih lagi, kita semua yang ada di sini adalah generasi penerus bangsa. Di masa yang akan datang, kita semua jugalah yang akan memimpin bangsa ini. Tanpa sense of leadership yang mumpuni, bangsa ini tidak akan pernah lepas dari penderitaan. Kesimpulan : Organisasi adalah hak, sedangkan kuliah adalah kewajiban.(untuk kondisi ini) Masih ada pilihan, untuk menjadikan organisasi dan kuliah bisa saling mendukung. Dan jangan takut dengan konsekuensi yang tentu saja harus kamu ambil. Ada satu prinsip yang mungkin bisa jadi inspirasi buat kamu. "Cara mengatasi suatu ketakutan, adalah dengan menghadapinya." Sudah terbukti, banyak orang yang berhasil dengan organisasinya, dan iapun dibanggakan dengan prestasi kuliahnya. Kita semua punya kesempatan yang sama, tinggal apakah masing-masing dari kita bisa mengambil kesempatan tersebut...dan pastinya akan mendatangkan kesempatan-kesempatan lainnya dan pintar pintar membagi waktu antara organisasi dan kuliah, buat jadwal kapan waktunya berorganisasi dan membuat tugas maupun belajar.. Note “ Berprestasi Dengan Berorganisasi ” Budaya Menulis Apatisme Akut Mahasiswa “ Antara SO dan Organisasi “ Anggota : 1.Zultamin 2.Eida Sari Fitriana 3.Anhar 4.Desi Arisandi 5.Ahmad Muhaimin 6.Khotin Muliya Damiyah 7.Annisa Theresia 8.Reza Fahlevi ( Ketua Kelompok ) 9.Fadillah Tridiani F ( Mengundurkan Diri ) 10.Dwi Rahmayanti 11.Rahayu Wandari

Laporan biologi (seL hewan dan tumbuhan)

Pratikum ke : II I. Judul : Mengenal Sel Tumbuhan Dan Sel Hewan. II. Tujuan : Untuk melihat dan mengamati perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan. III. Dasar Teori Sel adalah unit terkecil penyusun organisme. Sel mempunyai banyak fungsi yaitu seL sebagai unit structural, Unit fungsional, dan unit terkecil. Di bumi ini ada tipe sel, yaitu sel prokariot dan sel eukariot. Perbedaan antara sel prokariot dan sel eukariot adalah pada struktur selnya berbeda, kemudian pada sel prokariot belum mempunyai selubung inti dan mempunyai membran sel, sedangkan pada sel eukariot sudah mempunyai selubung inti dan mempunyai membrane plasma. Contoh tipe sel eukariot adalah sel hewan dan tumbuhan. Walaupun dalam satu tipe sel tetapi antara sel hewan dan sel tumbuhan memiliki perbedaan pada organel-organel selnya, yaitu pada sel hewan memiliki lisosom, sentrosom dan membrane sel. Sedangkan pada sel tumbuhan terdapat organrel plastida, dinding sel dan vakuola yang tidak dimiliki oleh sel hewan. IV. Alat Dan Bahan a. Alat: 1) Mikroskop 2) Kaca objek dan kaca penutup 3) Pinset anatomi yang runcing 4) Silet b. Bahan: 1) Daun tanaman Rhoeo discolor (tanaman jadam) 2) Spitel mukosa mulut 3) Metilen blue 4) Tusuk gigi 5) Kapas dan tissue 6) Alkohol V. Cara Kerja Kegiatan 1 : Preparat segar sel tumbuhan a. Sayat daun tanaman jadam setipis mungkin dengan menggunakan silet. b. Letakkan sayatan daun tersebut pada kaca objek yang telah ditetesi air. Kemudian tutup dengan kaca penutup. Usahakan jangan sampai ada gelembung udara , dengan cara menekan-nekan kaca penutup kaca penutup objek menggunakan pinset. c. Amati objek tersebut di bawah mikroskop dengan perbesaran 10x, kemudian 40x. gambarlah bagian-bagian yang terlihat oleh mikroskop seperti dinding sel, sitoplasma, nucleus, dan vakuola. Kegiatan 2: Preparat segar sel hewan a. Sediakan kaca objek yang bersih. b. Koreklah bagian dalam dari pipi menggunakan tusuk gigi yang bersih. c. Sentuhkan sedikit material di ujung tusuk gigi itu pada kaca objek lalu beri setetes metilen blue sebelum di tutup kaca penutup. Kelebihan metilen blue isap dan bersihkan dengan tissue, kemudian tutup pakai kaca penutup yang bersih. Lalu difiksasi. d. Amatilah objek dibawah mikroskop dan mulailah pada perbesaran yang terkecil sampai yang terbesar. e. Gambarlah bagian-bagian yang tampak pada mikroskop seperti membran sel, nucleus, sitoplasma dan vakuola. VII. Pembahasan Sel merupakan unit terkecil penyusun makhluk hidup. Sel hewan dan sel tumbuhan adalah jenis sel eukariotik. Perbedaan antara sel hewan dan sel tumbuhan yaitu sel hewan memiliki membran sel, sentrosom dan lisosom yang tidak dimiliki oleh sel tumbuhan, sedangkan pada sel tumbuhan terdapat organel dinding sel, plastida dan vakuola yang tidak terdapat pada sel hewan. Selain perbedaan, antara sel hewan dan tumbuhan juga memiliki persamaan, yaitu sama-sama memiliki membrane plasma, sitoplasma dan nucleus(inti sel). Pada hasil pengamatan menggunakan mikroskop dapat dilihat organel-organel dalam sel yaitu, inti sel(nucleus), dinding sel, dan sitoplasma. Membran sel pada sel hewan tersusun atas lemak dan protein (lipoprotein), sehingga sifatnya lentur dan elastis. Lipoprotein ini dibutuhkan hewan karena hewan aktif bergerak. Seandainya sifat membrane sel keras, maka akan sulit bagi hewan untuk bergerak. Fungsi membrane sel untuk melindungi inti sel dan sitoplasma dan membungkus organel-organel dalam sel. Sentrosom berfungsi aktif dalam pembelahan sel. Supaya mudah membelah diri, maka sentrosom mengelilingi sitoplasma untuk memberikan bentuk yang tetap. Lisosom merupakan organel sel yang mengandung bermacam-macam enzim hir\drolisis yang berfungsi untuk pencernaan intrasel. Fungsi dinding sel yang dimiliki sel tumbuhan adalah untuk melindungi organe dalam sel. Dinding sel tersusun stas selulosa sehingga sifatnya keras dan kaku. Plastida berfungsi sebagai zat warna seperti klorofil yang digunakan dalam proses fotosintesis. Sedangkan vakuola berfungsi sebagai tempat cadangan makanan dan sebagai tempat pembuangan zat sisa. Vakuola pada hewan berfungsi sebagai osmoregulator(proses mengatur konsentrasi larutan). VIII. Kesimpulan Sel merupakan unit terkecil penyusun makhlik hidup. Selain itu sel berperan sebagai unit fungsional dan structural. Tipe sel dibagi menjadi dua, yaitu sel prokariot dan sel eukariot. Contoh tipe sel eukariot adalah sel hewan dan sel tumbuhan. Perbedaan antara sel hewan dan sel tumbuhan adalah pada sel hewan terdapat organel merman sel, sentrosom dan lisosom yang tidak terdapat pada sel tumbuhan. Sedangkan pada sel tumbuhan memiliki dinding sel. Kloroplas(Plastida) dan vakuola. IX. Daftar Pustaka Tim Dosen Biologi Umum.2009.Panduan Pratikum Biologi Umum.Indralaya:Unsri. Biologi..2008.Sel Hewan Dan Sel Tumbuhan.http://id.wikipedia.org/wiki/sel.26 Oktober 2009.

Your Beatiful Lirik

"U'r BeautifuL" My life is brilliant. My life is brilliant. My love is pure. I saw an angel. Of that I'm sure. She smiled at me on the subway. She was with another man. But I won't lose no sleep on that, 'Cause I've got a plan. You're beautiful. You're beautiful. You're beautiful, it's true. I saw your face in a crowded place, And I don't know what to do, 'Cause I'll never be with you. Yeah, she caught my eye, As we walked on by. She could see from my face that I was, Flying high, [ - video/radio edited version] Fucking high, [ - CD version] And I don't think that I'll see her again, But we shared a moment that will last till the end. You're beautiful. You're beautiful. You're beautiful, it's true. I saw your face in a crowded place, And I don't know what to do, 'Cause I'll never be with you. You're beautiful. You're beautiful. You're beautiful, it's true. There must be an angel with a smile on her face, When she thought up that I should be with you. But it's time to face the truth, I will never be with you. By: James Blunt

Pacaran Dalam isLam

Pacaran Dalam Pandangan Islam a. Islam Mengakui Rasa Cinta Islam mengakui adanya rasa cinta yang ada dalam diri manusia. Ketika seseorang memiliki rasa cinta, maka hal itu adalah anugerah Yang Kuasa. Termasuk rasa cinta kepada wanita (lawan jenis) dan lain-lainnya. `Dijadikan indah pada manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik .`(QS. Ali Imran :14). Khusus kepada wanita, Islam menganjurkan untuk mewujudkan rasa cinta itu dengan perlakuan yang baik, bijaksana, jujur, ramah dan yang paling penting dari semua itu adalah penuh dengan tanggung-jawab. Sehingga bila seseorang mencintai wanita, maka menjadi kewajibannya untuk memperlakukannya dengan cara yang paling baik. Rasulullah SAW bersabda,`Orang yang paling baik diantara kamu adalah orang yang paling baik terhadap pasangannya (istrinya). Dan aku adalah orang yang paling baik terhadap istriku`. b. Cinta Kepada Lain Jenis Hanya Ada Dalam Wujud Ikatan Formal Namun dalam konsep Islam, cinta kepada lain jenis itu hanya dibenarkan manakala ikatan di antara mereka berdua sudah jelas. Sebelum adanya ikatan itu, maka pada hakikatnya bukan sebuah cinta, melainkan nafsu syahwat dan ketertarikan sesaat. Sebab cinta dalam pandangan Islam adalah sebuah tanggung jawab yang tidak mungkin sekedar diucapkan atau digoreskan di atas kertas surat cinta belaka. Atau janji muluk-muluk lewat SMS, chatting dan sejenisnya. Tapi cinta sejati haruslah berbentuk ikrar dan pernyataan tanggung-jawab yang disaksikan oleh orang banyak. Bahkan lebih `keren`nya, ucapan janji itu tidaklah ditujukan kepada pasangan, melainkan kepada ayah kandung wanita itu. Maka seorang laki-laki yang bertanggung-jawab akan berikrar dan melakukan ikatan untuk menjadikan wanita itu sebagai orang yang menjadi pendamping hidupnya, mencukupi seluruh kebutuhan hidupnya dan menjadi `pelindung` dan `pengayomnya`. Bahkan `mengambil alih` kepemimpinannya dari bahu sang ayah ke atas bahunya. Dengan ikatan itu, jadilah seorang laki-laki itu `laki-laki sejati`. Karena dia telah menjadi suami dari seorang wanita. Dan hanya ikatan inilah yang bisa memastikan apakah seorang laki-laki itu betul serorang gentlemen atau sekedar kelas laki-laki iseng tanpa nyali. Beraninya hanya menikmati sensasi seksual, tapi tidak siap menjadi “the real man”. Dalam Islam, hanya hubungan suami istri sajalah yang membolehkan terjadinya kontak-kontak yang mengarah kepada birahi. Baik itu sentuhan, pegangan, cium dan juga seks. Sedangkan di luar nikah, Islam tidak pernah membenarkan semua itu. Akhlaq ini sebenarnya bukan hanya monopoli agama Islam saja, tapi hampir semua agama mengharamkan perzinaan. Apalagi agama Kristen yang dulunya adalah agama Islam juga, namun karena terjadi penyimpangan besar sampai masalah sendi yang paling pokok, akhirnya tidak pernah terdengar kejelasan agama ini mengharamkan zina dan perbuatan yang menyerampet kesana. Sedangkan pemandangan yang kita lihat dimana ada orang Islam yang melakukan praktek pacaran dengan pegang-pegangan, ini menunjukkan bahwa umumnya manusia memang telah terlalu jauh dari agama. Karena praktek itu bukan hanya terjadi pada masyarakat Islam yang nota bene masih sangat kental dengan keaslian agamanya, tapi masyakat dunia ini memang benar-benar telah dilanda degradasi agama. Barat yang mayoritas nasrani justru merupakan sumber dari hedonisme dan permisifisme ini. Sehingga kalau pemandangan buruk itu terjadi juga pada sebagian pemuda-pemudi Islam, tentu kita tidak melihat dari satu sudut pandang saja. Tapi lihatlah bahwa kemerosotan moral ini juga terjadi pada agama lain, bahkan justru lebih parah. c. Pacaran Bukan Cinta Melihat kecenderungan aktifitas pasangan muda yang berpacaran, sesungguhnya sangat sulit untuk mengatakan bahwa pacaran itu adalah media untuk saling mencinta satu sama lain. Sebab sebuah cinta sejati tidak berbentuk sebuah perkenalan singkat, misalnya dengan bertemu di suatu kesempatan tertentu lalu saling bertelepon, tukar menukar SMS, chatting dan diteruskan dengan janji bertemu langsung. Semua bentuk aktifitas itu sebenarnya bukanlah aktifitas cinta, sebab yang terjadi adalah kencan dan bersenang-senang. Sama sekali tidak ada ikatan formal yang resmi dan diakui. Juga tidak ada ikatan tanggung-jawab antara mereka. Bahkan tidak ada kepastian tentang kesetiaan dan seterusnya. Padahal cinta itu adalah memiliki, tanggung-jawab, ikatan syah dan sebuah harga kesetiaan. Dalam format pacaran, semua instrumen itu tidak terdapat, sehingga jelas sekali bahwa pacaran itu sangat berbeda dengan cinta. d. Pacaran Bukanlah Penjajakan / Perkenalan Bahkan kalau pun pacaran itu dianggap sebagai sarana untuk saling melakukan penjajakan, atau perkenalan atau mencari titik temu antara kedua calon suami istri, bukanlah anggapan yang benar. Sebab penjajagan itu tidak adil dan kurang memberikan gambaran sesungguhnya atas data yang diperlukan dalam sebuah persiapan pernikahan. Dalam format mencari pasangan hidup, Islam telah memberikan panduan yang jelas tentang apa saja yang perlu diperhitungkan. Misalnya sabda Rasulullah SAW tentang 4 kriteria yang terkenal itu. Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW berdabda,`Wanita itu dinikahi karena 4 hal : [1] hartanya, [2] keturunannya, [3] kecantikannya dan [4] agamanya. Maka perhatikanlah agamanya kamu akan selamat. (HR. Bukhari Kitabun Nikah Bab Al-Akfa` fiddin nomor 4700, Muslim Kitabur-Radha` Bab Istihbabu Nikah zatid-diin nomor 2661) Selain keempat kriteria itu, Islam membenarkan bila ketika seorang memilih pasangan hidup untuk mengetahui hal-hal yang tersembunyi yang tidak mungkin diceritakan langsung oleh yang bersangkutan. Maka dalam masalah ini, peran orang tua atau pihak keluarga menjadi sangat penting. Inilah proses yang dikenal dalam Islam sebagai ta`aruf. Jauh lebih bermanfaat dan objektif ketimbang kencan berduaan. Sebab kecenderungan pasangan yang sedang kencan adalah menampilkan sisi-sisi terbaiknya saja. Terbukti dengan mereka mengenakan pakaian yang terbaik, bermake-up, berparfum dan mencari tempat-tempat yang indah dalam kencan. Padahal nantinya dalam berumah tangga tidak lagi demikian kondisinya. Istri tidak selalu dalam kondisi bermake-up, tidak setiap saat berbusana terbaik dan juga lebih sering bertemu dengan suaminya dalam keadaan tanpa parfum dan acak-acakan. Bahkan rumah yang mereka tempati itu bukanlah tempat-tempat indah mereka dulu kunjungi sebelumnya. Setelah menikah mereka akan menjalani hari-hari biasa yang kondisinya jauh dari suasana romantis saat pacaran. Maka kesan indah saat pacaran itu tidak akan ada terus menerus di dalam kehidupan sehari-hari mereka. Dengan demikian, pacaran bukanlah sebuah penjajakan yang jujur, sebaliknya bisa dikatakan sebuah penyesatan dan pengelabuhan. Dan tidak heran bila kita dapati pasangan yang cukup lama berpacaran, namun segera mengurus perceraian belum lama setelah pernikahan terjadi. Padahal mereka pacaran bertahun-tahun dan membina rumah tangga dalam hitungan hari. Pacaran bukanlah perkenalan melainkan ajang kencan saja.